GRESIK || RADARJATIM.CO – SMAN 1 Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai langkah awal membekali peserta didik baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenali potensi diri, serta membangun karakter yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal.

Kepala SMAN 1 Sangkapura, Suwandi, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelaksanaan MPLS mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah serta Kepmendikdasmen Nomor 198 Tahun 2026 tentang Uraian Materi MPLS Ramah. Program ini mengusung konsep ramah anak, ramah lingkungan, dan ramah biaya, sehingga seluruh kegiatan berlangsung secara edukatif, aman, inklusif, serta bebas dari praktik perpeloncoan maupun pungutan.
“MPLS merupakan gerbang awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar. Kami ingin seluruh siswa merasa diterima, nyaman, dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 1 Sangkapura,” ujar Suwandi dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Selama lima hari pelaksanaan pada pekan pertama tahun ajaran baru, peserta didik diperkenalkan dengan warga sekolah, kurikulum, tata tertib, budaya sekolah, serta lingkungan sekitar. Mereka juga mendapatkan pembekalan mengenai pencegahan perundungan, intoleransi, kekerasan, literasi digital, etika bermedia sosial, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan.
Materi utama MPLS Ramah meliputi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria yang diisi dengan Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama, pembiasaan budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun (5S), Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), serta Gerakan Rukun Sama Teman (GRST) sebagai upaya membangun empati dan mencegah perundungan di lingkungan sekolah.
Sebagai bagian dari materi pilihan, SMAN 1 Sangkapura juga mengangkat budaya lokal Bawean sebagai kekhasan sekolah. Peserta didik dikenalkan pada seni dan tradisi daerah, seperti Tari Gending Bawean, tradisi lisan, serta nilai-nilai budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Pulau Bawean. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga sekaligus memperkuat karakter peserta didik melalui pelestarian budaya daerah.
Selain itu, sekolah juga merencanakan koordinasi dengan Puskesmas Sangkapura dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik sesuai jadwal yang ditetapkan, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat.
Suwandi menegaskan seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan dengan mengedepankan asas humanis, partisipatif, komprehensif, inklusif, serta mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. Panitia penyelenggara terdiri atas kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, sementara OSIS hanya berperan membantu pelaksanaan dengan tetap berada di bawah pendampingan guru.
“Kami memastikan tidak ada perpeloncoan, kekerasan, pungutan biaya, maupun penggunaan atribut yang memberatkan peserta didik. Seluruh kegiatan dirancang agar memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, membangun karakter, serta memperkuat semangat kebersamaan,” tegasnya.
Melalui MPLS Ramah 2026, SMAN 1 Sangkapura berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan cepat, mengenali potensi diri, menghargai keberagaman, mencintai budaya lokal Bawean, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.






