Gresik || Radarjatim.co – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. H. S. Hariyanto, S.Pd., M.M., memastikan polemik pembiayaan program psikotes di UPT SMP Negeri 17 Gresik (SPENTULAS) telah diselesaikan. Seluruh dana yang sebelumnya dipungut telah dikembalikan kepada wali murid, sedangkan pembiayaan program psikotes kini dialihkan melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Hal tersebut disampaikan Hariyanto saat menerima tim Media Radarjatim.co yang diwakili Redaktur Iqfan Nurindra dan Kabiro Gresik Ahmad Rois di ruang kerjanya.
Menurut Hariyanto, program psikotes merupakan inisiatif Komite Sekolah yang bertujuan mendukung pengembangan potensi peserta didik. Namun, pelaksanaannya harus tetap mengacu pada tupoksi komite sekolah dan regulasi yang berlaku.
“Masalahnya sudah selesai. Dana yang dipungut sudah dikembalikan seluruhnya kepada wali murid, sedangkan program psikotes tetap dilaksanakan dengan menggunakan anggaran Dana BOS,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah sekolah negeri di Kabupaten Gresik juga melaksanakan program psikotes dengan pembiayaan melalui Dana BOS. Polemik di SMPN 17 Gresik terjadi karena mekanisme penganggaran yang diinisiasi oleh Komite Sekolah.
Hariyanto menambahkan, hasil rapat dan kesepakatan yang dilakukan telah menyesuaikan mekanisme pembiayaan dengan ketentuan yang berlaku, termasuk memperhatikan aturan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012.
Meski demikian, ia mengapresiasi niat baik Komite Sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Inisiasinya baik, tetapi segala aspek aturan dan tupoksi komite sekolah juga harus diperhatikan dengan baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hariyanto menilai program psikotes merupakan bentuk kepedulian untuk memetakan potensi peserta didik agar mampu berkembang secara optimal, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
SPENTULAS sendiri dikenal sebagai salah satu sekolah berprestasi di Kabupaten Gresik dengan berbagai capaian membanggakan, mulai dari prestasi Olimpiade Siswa Indonesia, pencak silat tingkat Provinsi Jawa Timur, Olimpiade Matematika dan Bahasa Inggris, hingga karya tulis ilmiah. Prestasi juga ditorehkan tenaga pendidiknya yang berhasil meraih juara terbaik kaligrafi tingkat Provinsi Jawa Timur.
Tak hanya itu, SMPN 17 Gresik memiliki sejumlah ekstrakurikuler unggulan seperti Paskibra, Pramuka, PMR, Band, Bola Voli, Karate, Basket, dan Futsal yang menjadi wadah pengembangan karakter, kepemimpinan, kreativitas, serta prestasi peserta didik.
Dengan berbagai capaian tersebut, SMPN 17 Gresik berkomitmen terus mencetak generasi yang berkarakter, disiplin, dan berprestasi melalui pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
(Tim Red)






