SURABAYA || RADARJATIM.CO — Persaingan produk di era digital membuat pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Identitas merek yang kuat serta kemampuan memanfaatkan media sosial dan marketplace menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing produk.
Melihat kondisi tersebut, dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) bersama PT Unggul Herbal Atsiri dengan fokus pada penguatan strategi marketing terpadu melalui rebranding dan optimalisasi konten digital untuk meningkatkan daya saing produk Herby.
Kegiatan ini diarahkan untuk membantu mitra meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sekaligus memperkuat kemampuan dalam mengembangkan strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan perilaku konsumen di era digital.
Tantangan Pemasaran di Era Digital
Produk Herby merupakan salah satu produk yang dikembangkan dan dipasarkan oleh PT Unggul Herbal Atsiri. Sebagai produk perawatan bayi berbahan dasar alami, Herby memiliki peluang untuk dikembangkan melalui strategi pemasaran digital yang lebih terarah.
Namun, perkembangan media sosial dan marketplace juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi pelaku usaha. Banyaknya produk yang ditawarkan secara digital membuat konsumen memiliki berbagai pilihan sebelum menentukan keputusan pembelian.
Dalam kondisi tersebut, tampilan produk, identitas brand, kualitas informasi, serta konten yang disampaikan kepada konsumen menjadi faktor penting dalam membangun perhatian dan kepercayaan.
Hasil identifikasi permasalahan dalam kegiatan Pengmas menunjukkan adanya kebutuhan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya dalam pembuatan konten digital untuk marketplace dan media sosial. Selain itu, strategi marketing juga perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan karakter konsumen.
Rebranding untuk Memperkuat Identitas Herby
Salah satu materi utama yang diberikan dalam kegiatan ini adalah pemahaman mengenai rebranding.
Rebranding tidak hanya dipahami sebagai perubahan logo atau tampilan visual produk. Lebih dari itu, rebranding mencakup bagaimana sebuah brand membangun identitas, menyampaikan pesan, dan menciptakan persepsi tertentu di benak konsumen.
Dalam konteks Herby, penguatan identitas diarahkan agar produk memiliki komunikasi yang lebih relevan dengan target konsumennya, khususnya orang tua yang menjadi salah satu kelompok utama dalam keputusan pembelian produk perawatan bayi.
Melalui strategi tersebut, Herby diharapkan dapat membangun citra sebagai produk yang memiliki kesan aman, alami, dan ramah anak, sekaligus memiliki tampilan komunikasi yang lebih konsisten di berbagai kanal digital.
Pemateri menjelaskan pentingnya membangun identitas brand yang konsisten dalam strategi pemasaran digital.
Dorong Pemanfaatan Instagram dan Marketplace
Selain rebranding, kegiatan juga memberikan pemahaman mengenai optimalisasi konten digital.
Media sosial, khususnya Instagram, tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk mengunggah foto produk. Platform tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun brand awareness, memberikan edukasi, memperkenalkan produk, hingga menciptakan interaksi dengan calon konsumen.
Sementara itu, marketplace dapat dimanfaatkan sebagai kanal yang memberikan informasi lebih lengkap mengenai produk sekaligus mendukung proses pembelian.
Karena itu, peserta diberikan pemahaman bahwa konten digital perlu dirancang berdasarkan tujuan dan karakter audiens, bukan sekadar dibuat untuk memenuhi kebutuhan publikasi.
Peserta mengikuti pemaparan mengenai strategi pemanfaatan media sosial dan marketplace dalam pemasaran produk Herby.
Tiga Pilar Konten Digital Herby
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan tiga fokus konten yang dapat dikembangkan untuk mendukung strategi pemasaran Herby, yaitu Product Knowledge, Health Awareness, dan Product Education.
Product Knowledge digunakan untuk membantu konsumen memahami produk, mulai dari pengenalan, karakteristik, manfaat, hingga informasi yang berkaitan dengan produk.
Sementara Health Awareness diarahkan pada penyampaian informasi edukatif yang berkaitan dengan kesehatan dan perawatan bayi. Konten semacam ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah kepada audiens sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat antara brand dengan konsumennya.
Adapun Product Education berfokus pada edukasi penggunaan produk, seperti cara penggunaan, tips pemakaian, maupun informasi lain yang dapat membantu konsumen menggunakan produk dengan tepat.
Ketiga jenis konten tersebut diharapkan dapat membuat komunikasi digital Herby tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga memberikan informasi yang bermanfaat bagi konsumen.
Materi tiga pilar pengembangan konten digital Herby: Product Knowledge, Health Awareness, dan Product Education.
Peserta Diajak Tidak Hanya Memahami, tetapi Mempraktikkan
Kegiatan Pengmas tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga diberikan kesempatan untuk memahami proses penyusunan konten secara lebih praktis.
Peserta diarahkan untuk menentukan target audiens, memilih pesan yang ingin disampaikan, menentukan jenis konten, serta menyusun ide yang dapat diterapkan pada media sosial maupun marketplace.
Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah formula sederhana dalam menyusun konten, yaitu Hook, Value, Proof, dan Call to Action (CTA).
Melalui formula tersebut, konten diawali dengan bagian yang mampu menarik perhatian audiens, dilanjutkan dengan informasi yang memberikan manfaat, penguatan kepercayaan, kemudian ditutup dengan ajakan atau tindakan yang jelas.
Peserta berdiskusi dan menyusun ide konten digital yang dapat diterapkan untuk pemasaran produk Herby.
Membangun Pemasaran Digital yang Berkelanjutan
Tim Pengmas UNUSA menekankan bahwa penguatan pemasaran digital tidak dapat dilakukan hanya dalam satu kali kegiatan.
Rebranding perlu diterapkan secara konsisten, sementara konten digital membutuhkan perencanaan, produksi, publikasi, serta evaluasi secara berkala.
Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan oleh mitra dalam aktivitas pemasaran sehari-hari.
Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mitra dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya untuk mendukung strategi marketing dan pembuatan konten digital. Proposal kegiatan sendiri menargetkan peningkatan pengetahuan peserta terkait strategi marketing serta peningkatan pengetahuan karyawan mengenai TIK dan desain grafis.
Kolaborasi UNUSA dan PT Unggul Herbal Atsiri
Kegiatan Pengmas ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu mitra menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang semakin terdigitalisasi.
Kolaborasi antara UNUSA dan PT Unggul Herbal Atsiri diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan pengetahuan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat menjadi langkah awal dalam membangun strategi pemasaran Herby yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Dengan memperkuat identitas brand, meningkatkan kualitas konten, serta mengoptimalkan media sosial dan marketplace, produk Herby diharapkan mampu memiliki daya saing yang lebih kuat dan menjangkau konsumen secara lebih luas.






