Kembali Usaha Saat Ramadhan dan Haji
Biasanya para perajin mulai membuka lagi usahanya setiap menjelang Ramadhan dan mengandalkan mengandalkan pasar local dan pasar di kawasan wisata makam Sunan Ampel dan Sunan Giri.
Ariyatin sendiri, menuturkan ketika awal usaha permintaan cukup banyak. Pada 2004, Ia mampu memperkerjakan 30 orang. Sedikitnya, lima kodi (100 lembar) kain tenun yang diproduksinya, setara Rp 50 juta sebulan omzet yang diterima dengan harga per lembar saat itu Rp 500.000.
Bahkan, pernah menembus Rp 125 juta – Rp 150 juta sebab ada beberapa produksinya di ekspor ke Timur Tengah, melalui orang lain. Setelah Idul Adha biasanya sepi hingga enam bulan, dan ramai lagi menjelang puasa Ramadhan sampai menjelang musim haji.
Jika dikerjakan serius, dalam sehari satu perajin bisa menghasilkan selembar kain sarung. Seperti halnya, Nur Saadah dan Munawaroh yang bisa menghasilkan 1,5 lembar sarung dengan upah Rp 55.000. Sebagian besar perajin adalah ibu rumah tangga yang mengerjakan untuk membantu ekonomi keluarga.
Kaum Muda Belum Tertarik
Penghasil sarung tenun tradisional di Gresik tersebar di Kecamatan Cerme (Wedani, Ngembung, Dungus, Iker-iker Geger), dan Benjeng (Jatirembe, Pundut Trate). Di Desa Wedani masih ada 25 unit usaha sarung tenun tradisional yang dikelola keluarga dengan 10 pekerja – 100 pekerja.
Seharusnya industri sarung tenun di Wedani ini bisa menjadi salah satu ikon Gresik selain industri songkok (kopiah). Apalagi kopiah dan sarung juga bisa melekat dengan identitas Gresik sebagai kota santri.
Industri tenun di Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terkendala sulitnya regenerasi karena anak-anak muda saat ini lebih cenderung memilih bekerja di pabrik ataupun kerja sebagai karyawan di perkantoran yang terlihat lebih keren dari pada meneruskan usaha orang tua ataupun harus menjadi pekerja penenun.
Akibatnya perajin kesulitan mencari penerusnya dan mendapatkan karyawan, untuk itu mereka pun harus membina masyarakat Bojonegoro, Lamongan dan Mojokerto untuk menekuni tenun. Jika tidak segera di atasi tenun Wedani akan meredup seiring perkembangan jaman.






