BANYUWANGI || RADARJATIM.CO – Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banyuwangi dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berlangsung panas, Selasa (11/8/2026).
Perdebatan mengenai transparansi anggaran bahkan berujung aksi anggota DPRD Banyuwangi Suwito dari Fraksi Gerindra menendang pintu ruang rapat.
Peristiwa tersebut dilansir dari HarianBangsa.net, Sabtu (15/8/2026), ketegangan bermula saat Plt Kepala Bapenda Banyuwangi Syamsudin menanggapi pernyataan yang menyebut pemerintah daerah berbohong atau menyembunyikan angka dalam pembahasan anggaran.
Syamsudin mengaku heran dengan tudingan tersebut dan menegaskan Pemkab Banyuwangi tidak menutupi angka dalam penyusunan anggaran.
“Saya dari tadi mikir, Pak Michael menyinggung katanya kita bohong. Saya bingung, saya bohong siapa?” kata Syamsudin.
Ia memastikan angka-angka dalam pembahasan anggaran dibuka untuk dapat dicermati bersama.
“Jujur, kami tidak ngumpetin angka sama sekali. Saya buka blak, jenengan bisa cermati,” tegasnya.
Pembahasan kemudian berlanjut pada posisi BLUD rumah sakit, struktur belanja daerah, hingga komposisi belanja modal. Perdebatan semakin tajam ketika Suwito mempersoalkan penggunaan kata “bohong” dan meminta seluruh data dibuka secara transparan.
“Saya enggak tahu salah apa benar. Kalau Pak Syamsudin ngomong merasa tidak terima dengan masalah kata bohong, sekarang saya buka-bukaan,” ujar Suwito.
Suwito kemudian menantang pihak-pihak yang terlibat untuk sama-sama membuka data.
“Kalau mau buka-bukaan, ayo buka-bukaan,” katanya.
Suasana rapat semakin memanas. Suwito kemudian mengebrak meja sebelum melakukan walkout dan menendang pintu ruang rapat.
Akibat ketegangan tersebut, pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 akhirnya dihentikan sementara dan rapat ditunda.
(Red)






