Mahasiswa STAIHA Gelar Out Bond Camp di Ekowisata Mangrove SUPERBERU

Gresik { radarjatim.co~Kegiatan ini dilaksanakan oleh Unit kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam STAI Hasan Jufri (MATAHARI) di Ekowisata Mangrove Superberu selama 2 hari (27/11), Dimana kegiatan Out Bond Camp ini merupakan program tahunan Mapala Matahari yang akan dilaksanakan setiap 1 Tahun sekali oleh Mahasiswa Pecinta Alam STAI Hasan Jufri guna menuju Geopark gunung api purba pulau Bawean 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 – 27 Juni 2021, namun ditunda karena pembatasan kegiatan masa pandemi Covid, dan baru terlaksana pada tanggal 27 hingga sampai 28 November 2021 di ekowisata mangrove superberu di dusun daun laok Desa Daun Kecamatan Sangkapura.

M. Rawi, Ketua Penyelenggara menuturkan bahwa tujuan kegiatan untuk
memberikan pemahaman terhadap pemuda dan pemudi pulau Bawean tentang Geopark gunung api purba pulau Bawean,
Bisa Bersahabat, berbagi dan belajar secara langsung tentang keanekaragaman hayati yang ada di pulau bawean serta Membentuk relawan Geopark gunung api purba Bawean.

Baca Juga :  Meski Ditengah Gerimis, Anak-anak TKM NU 7 dan KBM NU Al Firdaus 116 Pongangan Bagi-bagi Takjil Untuk Para Pengendara Yang Melintas

M. Rawi menambahkan dalam kegiatan Out Bond Camp peserta berjumlah sekitar 30 orang dari 14 delegasi dari instansi pendidikan tingkat SMA sederajat dan perguruan tinggi yang ada di pulau Bawean.

Dalam Materi sekolah alam yang pertama disampaikan oleh Darul Alam Koramil 0817/17 Sangkapura, tentang wawasan kepulauan dan materi kedua disampaikan oleh Dhofaeri Wildan, Mahasiswa Geologi Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto Jateng tentang Geopark Bawean, dan materi yang ketiga tentang keanekaragaman hayati yang diisi oleh Nur Syamsi Kepala Resort KSDA RKW 11 Wilayah Bawean.

Masih di M. Rawi bahwa agenda dari Mapala Matahari akan terus dilakukan setiap tahun dikarenakan minimnya data, dari kegiatan yang dilakukan di pulau Bawean ditemukan 4 satwa andemik diataranya; Rusa, Elang Lor, Babi Kutil,Burung Hantu Bawean dan untuk Lingkungannya banyak ditemukan Karang Keras (Kares) ada Goa Vertikal di gunung batu Desa Paromaan kecamatan tambak, Goa Horizontal Desa Patarselamat dan Goa Bawah Air yang terdapat di dusun Somor – Somor Desa Kumalasa Kecamatan Sangkapura.

Baca Juga :  Disinyalir Kadisdik Sidoarjo, Rekomendasikan ke Beberapa Anggota DPRD Terkait Zonasi Pendidikan

M. Rawi berharap dengan kegiatan ini peserta dari Alumni Sekolah Alam mampu menyampaikan dan mengaplikasikan materi – materi yang didapat di Sekolah Alam sekarang ini (2021) terkait materi yang telah disampaikan, tegasnya.

Dhofaeri Wildan, menyampaikan bahwa geopark itu sendiri merupakan kawasan yang memiliki unsur geologi terkemuka, dimana masyarakat setempat juga berperan serta melindungi warisan alam tersebut.

Baca Juga :  Oknum Guru SMPN 1 Kembangbahu yang Melakukan Kekerasan Fisik Terhadap Siswanya Berujung Damai

Terkait dengan geopark yang ada di pulau Bawean ke ikutsertaan masyarakat itu sendiri disamping dari pelajar maupun mahasiswa yang tentu saja untuk menjaga warisan geologi serta nilai – nilai di dalamnya seperti nilai arkeologi, ekologi, sejarah dan budaya.

Akhmad Triyono, selaku Pokmaswas SuperBeru menyampaikan rasa banyak terima kasih kepada pihak pelaksana kegiatan Out Bond Camp, dimana kegiatan ini bisa dijadikan contoh oleh yang lain guna peningkatan daya cinta terhadap lingkungan dan menambah pengetahuan terhadap Pulau Bawean.

Pihaknya akan selalu siap dan akan memberikan fasilitas yang terbaik dalam kegiatan apapun yang akan digelar di Ekowisata Mangrove SUPERBERU dan akan ikut serta memberikan edukasi terkait ekosistem lingkungan, tegas Akhmad Triyono selaku Pokmaswas SuperBeru, Minggu ( 28/11/2021 )

Hamid/ Fairi ~ RJned