Kades Petisbenem Terkesan Angkuh Kayak Preman Pasar dan Model  Embongan Saat Dikonfirmasi Wartawan Terkait Proyek GOR

Gresik || Radarjatim.co – Jabatan Kepala Desa sebagai pemimpin desa yang dipilih oleh rakyat secara langsung dan mempunyai wewenang, tugas dan kewajiban untuk menyelenggarakan rumah tangga desa dan melaksanakan tugas dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Nampaknya hal tersebut tidak dipahami Kepala desa Petisbenem kecamatan Duduksampeyan kabupaten Gresik, Muhammad Nursyahid.

Hal itu terjadi ketika Tim Radarjatim.co berkunjung ke Kantor Desa Petisbenem untuk Konfirmasi terkait masalah proyek pembangunan gedung olahraga raga (Gedung Olahraga) (GOR) di dua dusun wilayah tersebut yang diduga fiktif dengan modus menumpuk anggaran.

Niat baik untuk konfirmasi yang dimana sebelumnya juga sudah sama sama sepakat bertemu di Kantor tepat pukul 10:00 WIB tanggal (19/April/2024) disambut dengan Arogansi  kesannya layaknya preman pasar yang tidak berpendidikan dan model embongan.

Baca Juga :  Rehabilitasi Ruang Kelas SDN Paromaan 1 Disinyalir Salahi RAB, Disdik Gresik Jangan Tutup Mata

Kades Petisbenem Muhammad Nursyahud melontarkan nada emosi /marah dengan bicara tinggi, tidak menunjukkan etika yang baik seorang Kepala Desa, dengan nada tinggi dan kasar dia mengatakan jika dia bisa saja melaporkan para wartawan yang memberitakan proyek pembangunan GOR fiktif.

“Tugas wartawan iku gak onok mengintimidasi kades, menjustifikasi kesalahan kades, Bahasa beritakno fiktik kakekmu ngunu, aku isok ngelaporno, aku mantan wong bekasakan nek gak percoyo takoko wong sak petisbenem, tapi nek sak enak.e dewe, wes ayo”, Ungkapnya dengan sombong

Bisa diartikan “tugas wartawan itu gak ada mengintimidasi kades, menjustifikasi kesalahan kades, bicara memberitakan fiktif mbahmu itu, saya bisa melaporkan, saya ini mantan orang jalanan (bisa diartikan = orang tidak baik) kalau tidak percaya tanya sama warga seluruh petisbenem, kalau seenaknya sendiri, ya sudah ayo”. Imbuhnya

Baca Juga :  Dampak Padi Mengering dan Mati, Petani Merugi Hingga Ratusan Juta Rupiah di Lamongan

Di sisi lain ada seorang yang diketahui bernama johan “bernada membela Kades” yang sayapun tak tau kapasitasnya di sana sebagai apa, dua mengatakan jika terus kalau kepala desa dimintai uang jutaan, terus buat apa.

“Maaf saya potong, sudah berulangkali kejadian seperti ini di duduk, dengan tanpa konfirmasi pada kades akhirnya mbleset (gagal), terus terusan seperti itu, terus kalau kepala desa dimintai uang jutaan, terus buat apa, untuk dijadikan beras”, Ucapnya.

Bahkan saat tim kita menanyakan apa ada Monev dari pihak kecamatan dan inspektorat. Lagi dan lagi Kades bereaksi kesal dan emosi mengatakan jika gak ada sekarang inspektorat ke sini.

“Ini dengan terpaksa saya beritahu anda, sebenarnya saya malas beritahu ini, gak ada hubungannya” dengan nada emosi Kades sambil menunjukkan foto.

Akan tetapi yang ditunjukkan hanya foto Pejabat PMD sedang turun memantau lokasi proyek tersebut dibarengi sekdes dan perangkat lain.

Baca Juga :  PT Perumahan Lafest Memblokir Akses Jalan Warga Secara Sepihak

“Yang perlu diketahui saat kami konfirmasi ke kantor desa, pihak Kepala desa juga ada sekretaris desa sama sekali tidak ada yang memakai baju dinas atau seragam aparatur desa, mereka hanya memakai celana dan kaos, bahkan Kades selaku pemangku jabatan tertinggi hanya memakai kaos lengan pendek dan celana yang dijinjing (diangkat sampai lutut) layaknya ada di kandang sapi.

Dan yang jadi pertanyaan adalah apa etika dan nada seperti itu pantas, bernada seakan bisa dikatakan layaknya mengintimidasi pihak wartawan yang sedang berniat baik konfirmasi suatu Masalah, bertemu wartawan saja searogan itu, bagaiman jika bertemu warga biasa??. Kasihan masyarakat Desa yang memilinya sebagai pemimpin Desa untuk jadi panutan bagi masyarakat.

(Tim red)