Surabaya |radarjatim.co. – DPRD Kota Surabaya menggelar rapat Paripurna terkait pandangan akhir fraksi pembahasan Rancangan peraturan daerah ( Raperda) tentang rencana tata ruang Wilayah (RTRW)kota Surabaya.
Rapat dipimpin Bakhtiar Rifai wakil ketua DPRD Surabaya dan dihadiri Walikota Surabaya melalui zoom meeting dikarenakan Eri Cahyadi Walikota Surabaya sedang mengikuti acara pelantikan kepala Daerah di Jakarta, Sekda kota Surabaya dan 34 anggota DPRD Surabaya dinyatakan terbuka untuk umum.
Pada pandangan umum sebagian besar fraksi DPRD kota Surabaya menyatakan persetujuannya terhadap Raperda RTRW ini.
Diantaranya Fraksi Golkar,PDIP,PAN, PKB, Demokrat, Nasdem, PPP, PSI, Sementara PKS setuju dengan beberapa catatan.
PKS menyoroti dengan 8 point pada pendapat akhir di antaranya sudah tercatat salah satunya memastikan jika berbagai masukkan dalam notulen rapat telah merekomendasikan di dalam Raperda RTRW.
Fraksi PKS mendukung pemerintah Surabaya untuk pemerintah pusat mempertimbangkan kembali proyek Waterfront Land (SWl) terhadap ekosistem laut,magrove,serta kesejahteraan Nelayan disekitar rencana proyek Surabaya watterfront land (SWL)
Meskipun proyek PSN tetapi proyek SWL tidak masuk dalam RTRW kota Surabaya,tetapi masuk dalam RTRW propinsi Jatim tidak dapat dipungkiri RTRW Surabaya harus menyesuaikan dengan PSN-SWL artinya perlu diantisipasi dalam RTRW Surabaya. Terang Cahyo Siswo Utomo pada para undangan yang hadir.
PKS juga menyoroti proyek proyek PSN lainnya di antaranya Flyover teluk Lamong,jalur kareta dalam kota,serta mitigasi bencana terkait pencemaran air tanah dan potensi lukuifaksi di kota Surabaya juga menekankan pentingnya sinkronisasi di garis pantai dan garis kota agar tidak terjadi perbedaan data antara instansi pemerintahan kota Surabaya.
Setelah Perda RTRW disahkan PKS berharap pemerintah segera menyesuaikan rencana detail tata ruang dan online single submission ( OSS) untuk memperlancar perizinan dan ekonomi.
Akhir penutup Cahyo berucap kata pantun” Wedang jahe tape ketan,godong pandan Kanggo sedepan,perda RTRW telah ditetapkan, tolong nasib Nelayan diperhatikan.tutur pantun di ucapkan Cahyo disambut tepuk tangan para undangan yang hadir.
( BSK)






