Demi Dapatkan Air Bersih, Warga Gunung Putri Situbondo Harus Jalan 1,5 Km

Bupati Situbondo Mas Rio, datangi warga desa Gunung Putri droping air bersih dan Pemkab Siapkan sumur bor (Foto: Humas Pemkab Situbondo

Situbondo || RADARJATIM.CO – Musim kemarau membuat warga Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, harus menempuh perjalanan hingga 1,5 kilometer (km) demi mendapatkan air. Jarak tersebut harus dilalui warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak, mandi hingga memberi minum ternak.

Salah seorang warga, Maimunah, mengatakan kesulitan air telah dirasakan warga selama sekitar tiga hingga empat bulan terakhir.

Ketika sumber air di sekitar rumah mulai mengering, warga terpaksa mencari sumber lain yang masih bisa digunakan.Advertisement

“Saat ini yang kami alami sulit dapat air sudah sekitar tiga sampai empat bulan,” ujar Maimunah, Selasa (1/9/2026).

Untuk mengambil air di sungai, kata Maimunah, warga harus berjalan kaki hampir 1,5 kilometer.

Sedangkan pilihan membeli air juga bukan perkara mudah karena jarak yang harus ditempuh sekitar satu kilometer.Baca jugaBPBD Jember Minta Warga Waspada, Musim Kemarau Diprediksi Menerjang Hingga Desember 2026

“Kalau ke sungai di sini sekitar 1,5 kilometer jalan kaki. Selain jauh, kalau beli di sini lumayan mahal juga,” ujarnya.

Baca Juga :  Launching Program Desa Berdaya, Kades Suwoto Optimis Desa Sidoraharjo Memiliki Daya Saing Kuat Dengan Desa se-Jatim

Air yang dibeli warga berkisar Rp.500 hingga Rp1.000 per jeriken. Bagi warga, air tersebut menjadi kebutuhan penting untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

“Harapannya terus dikirimi air, supaya desa di sini tidak kesulitan air. Buat minum, buat sapi juga, buat mandi, buat masak,” tutur Maimunah.Mas Rio Datang Melihat LangsungKondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.Bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, bupati yang akrab disapa Mas Rio itu turun ke Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh pada Selasa (1/9/2026).

Terpantau di lokasi, jarak dari permukiman warga, sumber air tersebut berjarak sekitar 1,5 kilometer. Kondisi itu menunjukkan bagaimana warga harus berjuang mendapatkan air ketika kemarau membuat sumber-sumber air di sekitar rumah berkurang.Baca jugaCegah Kebakaran Musim Kemarau, PLN NP UP Gresik Edukasi Kesiapsiagaan Biogas

Mas Rio menilai distribusi air bersih memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan warga saat ini. Namun, menurutnya, langkah tersebut tidak boleh menjadi satu-satunya solusi.

Baca Juga :  Jokowi Resmikan Lab Super Canggih Pengujian Telekomunikasi

Pemerintah daerah perlu menghadirkan sumber air yang lebih permanen dan lokasinya lebih dekat dengan permukiman warga. Karena itu, Pemkab Situbondo telah menganggarkan pembangunan sumur bor pada tahun ini.Baca jugaSejumlah Desa di 6 Kecamatan di Kabupaten Malang Siaga Darurat Krisis Air.

“Tahun ini kita sudah anggarkan untuk pembangunan sumur bor. Ini salah satu upaya kita supaya masyarakat tidak terus mengalami kesulitan air setiap musim kemarau,” kata Mas Rio.

Sumur bor tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang sekaligus mengurangi ketergantungan warga terhadap sumber air yang jaraknya cukup jauh.Air Bersih Ditambah, Sumur Bor Jadi Solusi Jangka PanjangSembari menunggu pembangunan sumur bor, Mas Rio memastikan kebutuhan air warga tetap mendapat perhatian.

Pemkab Situbondo disebut telah menambah distribusi air bersih, baik dari sisi frekuensi maupun volume. Pengiriman yang sebelumnya dilakukan satu kali dalam sepekan akan ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali dalam sepekan.

Baca Juga :  Kajati Provinsi Jawa Timur Berikan Hikmah Di Hari Maulid Nabi Muhammad SAW

“Volumenya kita tambah dari seminggu sekali menjadi seminggu dua kali atau tiga kali,” ujar Mas Rio.

Kebijakan tersebut menjadi respons cepat pemerintah untuk mengurangi beban warga yang saat ini masih harus berjalan jauh mencari air.

Berdasarkan data BPBD Situbondo, kekeringan telah berdampak terhadap 4.271 KK atau 11.409 jiwa di Kabupaten Situbondo. Sementara di Kecamatan Suboh, jumlah warga terdampak mencapai 1.064 KK atau 3.302 jiwa.

Bagi warga Desa Gunung Putri, distribusi air bersih menjadi penolong di tengah kemarau. Namun, harapan mereka lebih jauh dari sekadar kiriman air. Mereka ingin memiliki sumber air yang dekat, mudah dijangkau dan dapat digunakan setiap kali musim kemarau datang.

Rencana pembangunan sumur bor yang disiapkan Pemkab Situbondo menjadi harapan baru agar perjalanan 1,5 kilometer mencari air tidak lagi menjadi rutinitas warga setiap musim kemarau.

 

(Red)