Warga Desa Tanjong Ori Kesal, Proyek Jalan Lingkar Bawean Rusak, Kontraktor Dinilai Ngawur

Foto tangkapan layar video: Warga Desa Tanjung Ori kecamatan Tambak saat aksi demo protes membongkar paving dilempar ke tengah jalan, akibat jalan licin dan becek yang tidak bisa dilintasi di Jalan Labuhan (26/11)

 

Gresik| RADARJATIM.CO ~Akibat kesal dan jengkel Warga Dusun Labuhan Desa Tanjungori Kecamatan Tambak, Pulau Bawean melakukan aksi protes terhadap proyek jalan poros tengah. Pasalnya proyek tersebut dinilai tidak profesional dan ngawur sebab bikin macet akses jalan yang menghambat roda perekonomian masyarakat Bawean

Bahkan, dari informasi yang dihimpun, banyak warga yang menjadi korban lantaran akses jalan licin dan becek sulit dilintasi. Apalagi saat musim hujan. Material jalan sulit dilintasi, lantaran material dari tanah liat itu becek hingga beberapa warga pengendara motor ada yang terjatuh.

Dari pantauan LSM Pemantau keuangan negara (PKN) Gresik Jumali menuturkan, pihaknya banyak menerima keluhan warga tentang proyek yang bersumber dari APBN 2023. Salah satunya, protes warga yang membongkar tumpukan paving di jalan Labuhan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Minggu (26/11/2023) malam. Disana warga protes membawa beberapa poster tuntutan atas proyek yang menbuat warga resah.

Baca Juga :  Diduga Kepala Desa Sugihwaras Membiarkan Sekretaris Desa Menjadi Ketua Pokmas Dan Mengenakan Biaya 750 Ribu Dalam Program PTSL

“Proyek ini jangan sampai mengorbankan warga, andai lebih profesional seharusnya tidak berlarut-larut khususnya jalan yang berdekatan dengan pemukiman warga,” ungkapnya, Senin (27/11/2023).

Sebagai aktivis PKN Gresik hampir tiap hari mendapatkan keluhan dari warga sekitar proyek menjadi korban. Ruang ruang gerak mereka (warga) menjadi terhambat.

“Saya sendiri juga menjadi korban, agenda kegiatan Sidang di kantor KIP propinsi Jawa Timur terkendala ” tandasnya.

Masih Jumali mengatakan pemasangan paving di proyek jalan tersebut, mestinya bukan langsung full block pasang 5-6 meter sesuai lebar rencana jalan.

“Itu sama dengan menutup akses pengguna jalan dinilai ngawur. Padahal, ini jalan raya, bukan jalan kampung. Contoh pemasangan yang baik, separuh di bangun, akses warga masih layak disisi sebelahnya,” tegas Jumali

Baca Juga :  Mika Parking Klaim Sudah Ganti Rugi 25 Juta, Korban : Saya Belum Menerima Sepeserpun

“Kami minta Kementerian PU evaluasi total proyek tersebut. Termasuk apakah material dan standard pengerjaan sesuai ketentuan dalam kontrak atau tidak,” tambahnya.

Terpisah Kepala desa Tanjong Ori kecamatan Tambak Nurahli saat dikonfirmasi radarjatim.co membenar adannya aksi protes warganya menuntut pada rekanan yang menggarap proyek peningkatan jalan Sangkapura Tambak segera dituntaskan hingga tidak membuat macet akses jalan, artinya warga minta diperhatikan ujarnya

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII Jatim Sentot Wijayanto membenarkan proyek tersebut mendapati protes warga tadi malam, Minggu (26/11/2023). Menurut dia, protes tersebut sudah dilakukan mediasi antara kontraktor dan warga.

“Pastinya sudah ada evaluasi, dan proyek jalan Sangkapura – Tambak – Diponggo progress sudah 70 persen,” ungkapnya.

Sentot mengaku, beberapa hari di lokasi kondisi hujan. Sehingga pagi, para pekerja tidak bisa bekerja. Pihak PT Timbul Persada pemenang tender akan kerja di malam hari.

“Kami mohon warga untuk bersabar. Karena lokasi dilanda hujan dan tidak bisa untuk lewat. Penyedia jasa berusaha utk melakukan percepatan pekerjaan, terimakasih,” paparnya.

Baca Juga :  Diduga Takut Bobroknya Pengelolaan BOS terungkap, Kepsek UPT SDN 28 Gresik Blokir Nomor Wartawan

Proyek jalan poros tengah dan jalan lingkar Bawean sebagai berikut. Untuk Tambak – Diponggo dilebarkan, yang sebelumnya asal 3,5-4 meter menjadi lebar 5 meter. Panjangnya 4,4 kilo meter. Dengan anggaran HPS Rp 28 M, setelah dilakukan lelang, pemenang tender PT. Timbul Persada berkantor di Jalan Pramuka, VI Kelurahan Sidorejo, Kabupaten Tuban. Dengan harga penawaran dan tekoreksi Rp 22 M.

Proyek peningkatan jalan Sangkapura Tambak sarat bermasalah tersebut mendapat sorotan dari DPRD kabupaten Gresik komisi lll, Lutfi Dawam, SH  mengatakan  dari awal  perencanaan yang kurang matang mulai dari sosialisasi dan lain-lain yang mengakibatkan kurang makasimal dalam pengerjaan, kami meminta agar segera diselesaikan, atau saat ni mencarikan solusi dengan memberikan pasir atau sirtu agar bisa dilewati pengguna jalan dan tidak merugikan warga Bawean, tegasnya Selasa (28/11/2023)

 

(Anm)