Saat Kebaya Menjadi Pilihan Generasi Muda: Mahasiswa Universitas Ciputra Tampil Di Mini Fashion Show, Turut Melestarikan Budaya Indonesia

Surabaya || RADAR JATIM.CO ~ Mahasiswa Program Studi Fashion Design and Business Universitas Ciputra Surabaya angkatan 2025 semester 2 mengikuti praktik pembuatan basic kebaya dan bustier dalam mata kuliah Fashion Production Development, sebagai karya tugas Ujian Akhir Semester. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap teknik konstruksi busana wanita secara mendasar sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya Indonesia melalui busana tradisional.

Melalui praktik tersebut, mahasiswa diajak untuk memahami seluruh tahapan produksi busana, mulai dari persiapan pola, pemotongan bahan, proses penyambungan bagian-bagian busana, hingga penyelesaian akhir (finishing). Fokus utama pembelajaran tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada ketepatan teknik, kerapian pengerjaan, serta kemampuan mahasiswa dalam menerapkan standar produksi yang digunakan dalam industri fashion.

Basic kebaya dipilih sebagai media pembelajaran karena memiliki karakter knstruksi yang membutuhkan ketelitian dalam membentuk siluet tubuh. Selain sebagai sarana pembelajaran teknik menjahit, pemilihan kebaya juga bertujuan untuk menumbuhkan apresiasi generasi muda terhadap warisan budaya bangsa. Melalui proses pembuatan kebaya, mahasiswa diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam melestarikan budaya berbusana khas Indonesia dan mendorong semakin banyak anak muda untuk mengenal, mencintai, serta bangga mengenakan kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia.

Baca Juga :  SMAN 1 Menganti Gelar Workshop Pengisian E-Kinerja Platform Merdeka Mengajar

Mata kuliah ini diampu oleh Dr. Soelistyowati, S.Pd., M.Pd.,  dan Tim Tutor yang telah menyusun program ini,  menekankan bahwa penguasaan teknik dasar merupakan bekal utama bagi calon desainer maupun pelaku industri fashion. Selain mengasah keterampilan teknis, mahasiswa juga dilatih untuk memahami pentingnya koordinasi dalam tim fashion production, sehingga mampu bekerja secara profesional dalam setiap tahapan proses penciptaan sebuah karya busana.

“Kebaya tidak hanya mengajarkan aspek teknis dalam pembuatan busana, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan nilai budaya kepada generasi muda. Melalui pembelajaran ini, kami berharap mahasiswa memiliki kesadaran bahwa mereka dapat berperan dalam melestarikan budaya Indonesia melalui karya-karya fashion yang mereka ciptakan di masa depan,” ujar  Lilis, sapaan akrab dari Dr. Soelistyowati, S.Pd., M.Pd., dosen pengampu mata kuliah Fashion Production Development.

Sementara itu, pembuatan bustier melatih mahasiswa dalam memahami struktur busana yang mengikuti bentuk tubuh serta teknik pemasangan komponen pendukung agar menghasilkan bentuk yang proporsional, nyaman dikenakan, dan memiliki nilai estetika yang sesuai.

Baca Juga :  Enam Mahasiswa Fakultas Hukum UMM Sosialisasikan Antikorupsi di SMPN 1 Karangploso

Koleksi: Karen Patricia Sutikno, Jovita Vimala Hermawan & Ida Ayu Praba Nilotama 

Melalui mata kuliah Fashion Production Development, mahasiswa memperoleh pengalaman praktik secara langsung untuk mengembangkan keterampilan teknis yang menjadi fondasi penting dalam bidang desain dan produksi fashion. Kemampuan ini diharapkan dapat mendukung proses perancangan busana yang lebih kompleks pada jenjang perkuliahan berikutnya serta membentuk kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia industri kreatif dan fashion.

Sebagai bagian dari tugas akhir semester, hasil praktik pembuatan kebaya dan bustier tersebut dipresentasikan dalam sebuah Mini Fashion Show yang menampilkan karya mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi hasil pembelajaran, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengelola proses persiapan pertunjukan fashion, mulai dari koordinasi produksi, penataan model, hingga penyajian karya kepada audiens.

Koleksi: Chen Aileen Wahyudi, Julia Mehitabelle Trinity Iskandar, Aurelia Sinantra Wijaya, Ida Ayu Praba Nilotama, Giselle Halim & Gisella Maqdelene Yuliyanto 

Menurut  Lilis ., Mini Fashion Show menjadi media pembelajaran yang penting karena mahasiswa tidak hanya dinilai dari kualitas produk yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan mereka dalam mengelola proses fashion production secara menyeluruh. 

Baca Juga :  TIM Pengabdian LPPM UTM Dampingi Guru SMPN 3 Bangkalan dalam Pembuatan Media Game untuk menciptakan Fun Learning

“Melalui Mini Fashion Show, mahasiswa belajar bagaimana sebuah karya fashion dipersiapkan dan ditampilkan kepada publik. Mereka belajar bekerja dalam tim, mengatur jalannya produksi, melakukan koordinasi secara mandiri menjadi modelnya, serta membangun rasa tanggung jawab terhadap karya yang ditampilkan. Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat penting ketika nantinya mereka memasuki dunia industri fashion,” jelasnya. 

Kegiatan praktik dan Mini Fashion Show ini menjadi salah satu upaya Program Studi Fashion Design and Business Universitas Ciputra Surabaya dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang seimbang antara kreativitas desain, keterampilan produksi, kemampuan manajerial, serta kepedulian terhadap pelestarian budaya Indonesia. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi desainer yang kreatif, tetapi juga generasi muda yang turut menjaga keberlangsungan warisan budaya bangsa melalui dunia fashion.

(Red)