SOSIAL  

Milad Muhammadiyah Ke – 109 Digelar di Pulau Bawean Dengan Optimis Hadapi Covid 19

Keterangan Foto : Ketua PC. Muhammadiyah Sangkapura, R. Hozaimi saat mengawali Milad Muhammadiyah Ke 109, Optimis Hadapi Covid 19 serta menjadikan Pulau Bawean sebagai Pulau Pendidikan.

Gresik, radarjatim.co ~ Banyak Organisasi Islam Muhammadiyah Merayakan hari Milad atau hari jadi dengan usia yang ke – 109 tahun pada tanggal 18 November 2021, termasuk di pulau Bawean yang pagi hari Minggu (Ahad) pada pukul 06.00 Wib baru bisa merayakan, Minggu (12/12).

Muhammadiyah didirikan pada tanggal 18 November 1912 di Desa Kauman, Yogyakarta oleh KH. Ahmad Dahlan yang memiliki nama asli Muhammad Darwis.

R. Hozaimi, Ketua PC Muhammadiyah Sangkapura menyampaikan, bahwa Milad Muhammadiyah Ke – 109 digelar di halaman Masjid As – Sholihin di Dusun Pateken Timur Desa Kotakusuma Kecamatan Sangkapura, yang dihadiri oleh Forkopimcam Sangkapura, Dr. Ali Asyhar Direktur Sekolah Tinggi Agama Islam Hasan Jufri (STAIHA), M. Fauzi Ra’uf Ketua PCNU Sangkapura, PC Aisyiyah, Pemuda Cabang Muhammadiyah Sangkapura, Dewan Masjid As – Sholihin, Fatayat Muslimat Muhammadiyah, Tokoh Masyarakat serta Pemuda – Pemudi Ranting Muhammadiyah Sangkapura, paparnya.

Baca Juga :  Peringati Hari Santri Nasional, Polresta Malang Kota Bagi - bagi Sembako ke Ponpes di Wilayah Hukumnya

“Milad Muhammadiyah Ke – 109 yang digelar di pulau Bawean dengan tema Optimis Hadapi Covid 19 guna menebar nilai utama serta menjadikan pulau Bawean sebagai pulau pendidikan. Milad Muhammadiyah Ke 109 dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Tabliqh PWM Jatim, Dr. M. Sholihin Fanani, M.PSDM.

R.Hozaimi menambahkan Milad Muhammadiyah ke – 109 mempunyai arti bahwa Muhammadiyah telah berumur 109 tahun dan di tahun depan Milad Muhammadiyah yang Ke – 110 akan dilaksanakan bersamaan dengan Hari Mukhtamar Ke 48 di Surakarta. Kegiatan ini disukseskan oleh PC. Aisyiyah, PC Nasyiatul Aisyiyah, PC Pemuda Muhammadiyah, KL Lazismu, Dikdasmen PCM Sangkapura, sebagai koordinator dalam pelaksanaan Milad, tegasnya.

Baca Juga :  Berhasil Capai 100% Transformasi Eks PNPM-Mpd Menjadi BUMDesma, Kabupaten Gresik Terima Penghargaan Kemendes PDTT RI

Dr. M. Sholihin Fanani, M.PSDM., Selaku Ketua Majelis Tabliqh PWM Jatim menyampaikan, Bahwa di masa pandemi Covid 19 kita lebih banyak lagi bersilaturahmi dengan cara beribadah sosial terhadap orang lain.

“Muhammadiyah pertama kali didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan di Yogyakarta karena faktor – faktor yang berkaitan dengan masyarakat serta kondisi masyarakat yang pada waktu itu sangat memperihatinkan, Khususnya pada waktu itu adanya penurunan – penurunan pendidikan yang pada masa itu banyak masyarakat kecil yang tidak bersekolah,”ungkapnya.

Baca Juga :  Mudik Nataru Aman dan Nyaman, Polres Gresik Buka Layanan Parkir Kendaraan Gratis 24 Jam

“Pendidikan Muhammadiyah didirikan bertujuan untuk memberikan pendidikan yang berahlaqul karimah untuk masyarakat supaya bisa maju dari keterbelakangan, dan siapapun boleh sekolah, termasuk orang yang non Islam,” ucapnya.

“Dalam berdakwah itu harus menggembirakan, dimana dalam dakwah itu harus yang menyentuh terhadap kepentingan – kepentingan sosial, diantaranya; melalui pendidikan dan kesehatan. Semua itu akan bisa tercipta jika organisasi didasari dengan rasa rukun dan bersemangat,”tegas M. Sholihin. (Sufairi ~ Red)