Gresik { radarjatim.co ~ Pada hari Senin sekitar Jam 23.00 Wib KM.RAHAYU dengan Nahkoda, Syafi’i (55) asal dusun Tanjungori Kecamatan Tambak Bawean dengan 5 ABK berangkat dari Pelabuhan Sedayu Lawas Paciran menuju Pulau Bawean dengan muatan semen sebanyak 1.400 Bal, Genteng 1.500 keping. (28/9).
Syafi’i Nahkoda KM.RAHAYU menuturkan bahwa perjalanan dari Pelabuhan Sedayu Lawas kondisi kapal dalam keadaan normal dan terkendali, setelah perjalanan ditempuh selama 16 Jam perahu mengalami kebocoran yang diketahui salah satu dari ABK, selama 1 Jam Nahkoda beserta ABK mencari sumber air yang masuk kedalam kapal namun tidak ditemukan karena terhalang oleh banyak tumpukan barang muatan kapal.
Syafi’i menambahkan bahwa ABK KM.RAHAYU sebanyak 5 orang termasuk dirinya, diantaranya: Herman (30) Hasan (25) Marhawai (35) Kamal (40).
Sebelum KM. RAHAYU tenggelam ada Kapal Nelayan (klotok) yang ketepatan mencari ikan melintas di sekitar lokasi kejadian sekitar 15 mil dari bibir pantai Pulau Bawean, nelayan itu asal dusun Pamona Desa Sidogedungbatu Kecamatan Sangkapura, akhirnya Nahkoda KM. RAHAYU meminta tolong kepada Nelayan tersebut untuk bisa ke daratan dan akhirnya dibawa ke dusun Pamona dengan keadaan selamat.
Anggota Satuan Polisi Air Polres Gresik Wilayah Bawean, Bripka Fathur menyampaikan terkait Kecelakaan Laut (Laka) KM. RAHAYU dengan Nahkoda, Syafi’i beserta ABK untuk lebih berhati – hati dalam pelayaran dan selalu mematuhi tentang keselamatan dengan menyediakan life jaket, ring boy serta berkomunikasi lewat gelombang radio yang ada di Kapal.
Dari kejadian kecelakaan Laut tersebut kerugian yang dialami oleh Nahkoda sekaligus pemilik KM.RAHAYU sekitar mencapai Rp.700 Juta dengan tafsiran muatan yang ada, Rabu ( 29/9/2021 ).
Sufairi ~ Rjned






