Gresik,radarjatim.co ~ Transportasi laut merupakan bagian terpenting di Pulau Bawean, trayek yang hanya berjarak 80 Mil laut atau sekitar 120 Km ditempuh dengan pengarungan sekitar 3,5 Jam mulai banyak dipertanyakan. Persoalan mendasar yaitu terkait harga tiket yang tidak mengalami penurun ke harga awal. Nyatanya Kapal Express Bahari memuat penumpang melebihi dari aturan yang sudah disepakati bersama antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRD) tingkat dua Dapil Bawean, Dinas Perhubungan, Pihak UPP Bawean dan Pihak dari PT. SIM itu sendiri dengan kapasitas penuh. Tempat duduk terpenuhi, bahkan penumpang ada yang berdiri tetap saja dibiarkan oleh pihak terkait. Rapat dengan pihak Express Bahari dengan beberapa pihak terkait dengan aturan tersebut membahas tentang tiketing terkait di masa pandemi Covid 19, yang awalnya 50% sekarang menjadi 75% untuk memuat penumpang dari jumlah kursi yang ada untuk penumpang dengan harga tiket kelas ekonomi dari yang semula Rp.150 ribu menjadi Rp.170 ribu dan kelas VIP awalnya Rp.180 ribu menjadi Rp.220 ribu beserta pas masuk dan asuransi Jasa Raharja untuk 1 orang calon penumpang.
Hamka Jalil, selaku Tokoh Masyarakat (Tomas) Bawean menuturkan bahwa sangat di sayangkan bila harga tiket kapal Express Bahari (EB) tidak bisa menurunkan terkait harga tiket di masa pandemi dengan harga saat ini.
“Bahwa kenaikan harga tiket di saat Satgas Covid- 19 menetapkan Distancing atau jaga jarak, sementara saat ini sudah tidak diberlakukan adanya jaga jarak tempat duduk penumpang justru harga tiket masih tetap bertahan pada harga saat distancing. Harapan Hamka kepada Instansi terkait yakni Syahbandar, Dishub, dan Anggota Dewan Dapil Bawean untuk membahas ulang terkait keluhan masyarakat Bawean,”ungkapnya, Selasa (28/12/2021).
Menurut pengamat peduli Bawean yang namanya enggan untuk disebutkan, menyampaikan terkait dengan tidak turunnya harga tiket Transportasi laut trayek Bawean – Gresik dan sebaliknya, ibaratkan sebuah keong, bisa naik tidak bisa turun.
“Selama ini Dewan yang ada sepertinya tidak bisa berbuat banyak dalam menghadapi peristiwa yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat banyak, khususnya masyarakat Bawean. Tambah disayangkan lagi dengan maraknya percaloan tiket kapal,”pungkasnya. (Fairi ~ Rjned)






