Foto : Anisa Mahasiswi Untag Surabaya Semester Akhir, mendampingi siswa untuk memanajemen waktunya ke hal yang positif.
Gresik, radarjatim.co – Sebagai salah satu mahasiswa-Mahasiswi Untag Surabaya yang sudah semester akhir, diwajibkan mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang biasa dikenal dengan sebutan KKN. KKN dilakukan pada masing-masing tempat desa peserta sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Fakultas psikologi mendapatkan hibah pengabdian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, hal ini memberikan kesempatan kepada Mahasiswa-Mahasiswi tentunya Fakultas Psikologi.
Perlu diketahui, MBKM memiliki dua program yang dikonversikan menjadi nilai KKN, yaitu program Kampus Mengajar dan Proyek Kemanusiaan, dimana kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Pendidikan diJalan Putat Jaya dan eks lokalisasi gang Dolly.
Anisa Khaerani, salah satu mahasiswi yang melakukan pendampingan di Yayasan SMP Bahrul Ulum didampingi ibu Rahma Kusumandari S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku dosen pendampingnya untuk mengetahui masalah yang dialami siswa.
“Anisa melakukan metode Observasi di tiap Kelas. Penggalian data yang lebih dalam dilanjut dengan metode wawancara. Metode selanjutnya untuk menyusun media pembelajaran siswa yang didampingi, metodenya ialah merancang “time-table” dimana hal tersebut akan membantu siswa memanajemen waktunya. Sehingga kegiatan yang dilakukan lebih sistematis,terarah dan lebih banyak waktu yang digunakan ke hal positif,”ujarnya, Rabu (5/1/2022).
“Metode yang ketiga melakukan implementasi yang berupa intervensi untuk mengurangi masalah siswa. Program intervensi yang akan diberikan pada siswa adalah pendekatan Cognitive Behavior Intervention (CBI). Menurut Hughes (dalam Robinson, 2007) menyatakan bahwa CBI merupakan perkembangan dari prosedur terapi behavioral yang berakar dari classical dan operant conditioning yang menggunakan reinforce ataupun punisher untuk melemahkan atau menguatkan perilaku. CBI dapat mengubah perilaku di sekolah dan di luar sekolah, sehingga intervensi self-management melalui konseling terbukti efektif mengontrol perilaku siswa (Creegan dalam Robinson, 2007), agar tujuannya terarah dan sistematis sehingga siswa bisa memilah mana yang harus diutamakan atau prioritaskan,” cetus Anisa. (Fairi ~ Rjned)






