Anggota KPPS di Gresik Usir Wartawan Saat Meliput

Gresik||Radarjatim.co – Sangat disayangkan saat wartawan melakukan tugas jurnalisnya diusir salah satu anggota KPPS. Itu terjadi di TPS 20 Desa Kedanyang , Kecamatan Kebomas. (14-02-24)

Saat perhitungan suara awak media hendak meminta ijin untuk mendokumentasikan kegiatan tersebut, malah diusir anggota KPPS.

” Mas ngapain disini selain dari saksi, calon anggota DPD, Panwascam dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tidak diperbolehkan masuk pada kegiatan itu,” ucap salah satu anggota KPPS  sambil memanggil Linmas untuk mengusir wartawan.

Baca Juga :  SMAN 1 Wonoayu diduga Tarik Pungutan Berkedok Sumbangan

Sementara itu , Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengajak para pemilih untuk turut serta menyaksikan kegiatan penghitungan suara di TPS. Pemilih juga dapat mendokumentasikan kegiatan penghitungan suara tersebut.
Hal itu disampaikan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari dalam pidatonya menjelang hari pemungutan suara, di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2024).

Baca Juga :  Pemerintah Tegaskan Aturan dalam Penertiban Bangunan Liar di Gresik, Ketua LPK-RI Gresik Beri Tanggapan

“Kami berharap pemilih juga ikut hadir menyaksikan kegiatan penghitungan suara di TPS. Dan kami juga mengundang untuk mendokumentasikan, baik itu mencatat, memfoto, atau mengambil gambar video kegiatan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS,” kata Hasyim.

Oleh karena itu awak media mempertanyakan aturan yang melarang wartawan melakukan peliputan pada kegiatan perhitungan suara di TPS tersebut.

Baca Juga :  Truk Besar Melintasi Jalur Perkotaan, DPRD Gresik Minta Dishub Gandeng Satlantas Berikan Sanksi Tegas

Terpisah Ketua Umum Persatuan jurnalis Indonesia (PJI) Hartanto Boechari mengecam tindakan arogansi oknum KPPS  dan menyarankan untuk melaporkan Petugas KPPS yang melarang wartawan meliput kegiatan Pemilu itu  melanggar Hukum.

Laporkan saja dugaan pidana UU Pers ps 18 ayat 1, tegasnya, Rabu (14/2/2024)

 

(Red)