BAWEAN | RADARJATIM.CO — Maraknya penyelenggaraan turnamen olahraga, khususnya sepak bola dan bola voli di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, mendapat sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) KSM Sangkapura.
Sorotan tersebut mengemuka menyusul adanya insiden bentrokan atau perkelahian dalam turnamen sepak bola di Kecamatan Tambak. GMBI menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi serius agar kegiatan olahraga tidak justru berubah menjadi pemicu konflik antarpemain maupun antarsuporter.
Ketua LSM GMBI KSM Sangkapura, Junaidi, mendesak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gresik melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan turnamen olahraga di Bawean.
Menurut Junaidi, olahraga semestinya menjadi ruang pembinaan prestasi, pencarian bibit atlet, penanaman sportivitas, sekaligus sarana mempererat hubungan sosial masyarakat.
“Turnamen olahraga jangan sampai berubah menjadi tempat munculnya permusuhan antarwarga. Olahraga seharusnya menyatukan masyarakat, bukan menjadi pemicu konflik,” ujar Junaidi, Selasa (29/9/2026).
Selain persoalan keamanan pertandingan, GMBI juga mempertanyakan keberadaan dan efektivitas Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK), khususnya di Kecamatan Sangkapura dan Tambak.
GMBI meminta KONI Gresik memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar hukum, kewenangan, serta dokumen pembentukan KOK di kedua kecamatan tersebut.
Sejumlah hal yang dipertanyakan antara lain dasar hukum pembentukan KOK, Surat Keputusan (SK) kepengurusan, mekanisme pengangkatan dan pelantikan, kesesuaian dengan AD/ART KONI, serta tugas dan kewenangan KOK dalam mengoordinasikan kegiatan olahraga di tingkat kecamatan.
“Kami meminta KONI Kabupaten Gresik membuka dan menjelaskan dokumen tersebut secara transparan agar masyarakat mengetahui secara jelas status organisasi serta dasar hukum KOK di tingkat kecamatan,” tegas Junaidi.
GMBI juga meminta agar penyelenggaraan turnamen olahraga di Bawean tidak semata-mata berorientasi pada kegiatan pertandingan, tetapi diarahkan sebagai bagian dari pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Menurut GMBI, Bawean yang terdiri dari Kecamatan Sangkapura dan Tambak memiliki potensi atlet muda yang perlu mendapatkan ruang pembinaan secara terarah dan berkelanjutan.
KONI Gresik: Tidak Ada Surat Resmi Masuk
Menanggapi sorotan tersebut, Wakil Sekretaris KONI Kabupaten Gresik, Arifin, menyayangkan adanya insiden keributan dalam turnamen sepak bola di Kecamatan Tambak.
Arifin menegaskan bahwa olahraga seharusnya menjadi ajang prestasi dan pembibitan atlet, bukan arena yang kemudian diwarnai tindakan yang mengganggu jalannya pertandingan.
“Terima kasih. Kami dari KONI sangat menyayangkan kenapa bidang olahraga sebagai ajang prestasi dibuat permainan dan adanya pihak lain yang membuat kekacauan. Ini sangat menodai event, terutama sepak bola,” ujar Arifin saat dikonfirmasi RADARJATIM.CO, Rabu (30/9/2026).






