Pasuruan || RADARJATIM.CO – Dalam suasana duka yang menyelimuti Tanah Air akibat bencana banjir besar yang melanda Sumatera Utara dan Aceh, ulama kharismatik Ustad Taufiq Assegaf menyampaikan rasa prihatin mendalam, sekaligus menyeru seluruh umat untuk merangkul para korban dengan doa, empati, dan solidaritas.
Sebagai salah satu tokoh yang dikenal dekat dengan masyarakat dan aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, Ustad Taufiq Assegaf menegaskan bahwa musibah ini adalah ujian yang mengajarkan persatuan, mengingatkan manusia akan kelemahan dirinya, sekaligus membuka pintu-pintu pahala bagi siapa pun yang peduli dan membantu saudaranya.
Dalam pesannya, beliau menyampaikan bahwa setiap tetes air mata para korban adalah amanah bagi umat, dan setiap langkah bantuan adalah cahaya amal yang tidak akan padam di sisi Allah.
“Ketika saudara-saudara kita di Sumut dan Aceh diuji, maka sejatinya seluruh bangsa diuji: apakah kita masih memiliki hati yang tergerak untuk peduli?” ujar beliau.
Di tengah keprihatinan itu, Ustad Taufiq Assegaf memimpin doa untuk para korban dengan penuh ketulusan dan kelembutan hati. Doa itu menggema dan menyentuh siapa pun yang mendengarnya:
**“Ya Allah, Tuhan yang Maha Menjaga, Maha Mengasihi,
Turunkanlah ketenangan-Mu kepada saudara-saudara kami di Sumut dan Aceh.
Keringkanlah air mata mereka sebagaimana Engkau keringkan air di bumi.
Kuatkan hati yang retak, lipatgandakan sabar bagi yang sedang teruji.
Ya Allah, jadikan setiap musibah sebagai penghapus dosa,
Setiap kehilangan sebagai jalan menuju ridha-Mu,
Dan setiap kesedihan mereka sebagai sebab turunnya rahmat-Mu yang luas.
Lindungilah mereka dengan kasih sayang-Mu yang tidak bertepi,
Angkatlah mereka dari kesempitan menuju kelapangan,
Dari duka menuju cahaya,
Dan dari kelemahan menuju kekuatan iman yang Engkau berkahi.
Ya Allah…
Bagi mereka yang wafat, jadikanlah ia syahid di sisi-Mu.
Bagi mereka yang kehilangan rumah, gantilah dengan tempat tinggal yang lebih Engkau berkahi.
Bagi mereka yang kehilangan keluarga, payungi hati mereka dengan ketenangan dari langit-Mu.
Dan jadikanlah kami, seluruh bangsa Indonesia,
Hamba-hamba-Mu yang saling menguatkan, saling membantu,
Dan tidak pernah berpaling dari penderitaan saudara sendiri.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.”***
Seruan Kepedulian dari Ketua Rabithah Alawiyah Daerah
Sebagai Ketua Rabithah Alawiyah Daerah, Ustad Taufiq Assegaf juga mengajak seluruh masyarakat, lembaga, dan pemerintah daerah untuk bahu-membahu menyalurkan bantuan, memastikan para korban mendapatkan kebutuhan darurat seperti makanan, pakaian, selimut, obat-obatan, hingga tempat tinggal sementara.
Beliau menegaskan bahwa saat bencana terjadi, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral, doa, dan kehadiran hati dari seluruh rakyat Indonesia.
“Kita tidak boleh membiarkan mereka menghadapi musibah ini sendirian. Uluran tangan kita adalah bukti bahwa bangsa ini masih hidup, masih peduli, dan masih memiliki jiwa persaudaraan.”
Narasi kepedulian Ustad Taufiq Assegaf ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap bencana, selalu ada ruang bagi manusia untuk memperlihatkan kemuliaan akhlaknya. Dalam duka yang jatuh di Sumut dan Aceh, beliau menghidupkan harapan bahwa doa dan solidaritas dapat menjadi penyembuh yang tidak terlihat, tetapi paling dirasakan.
! Raa)






