RADARJATIM.CO ~ Surabaya kembali menjadi saksi lahirnya sebuah momentum penting dalam perjalanan hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Yaman. Dalam suasana penuh kehangatan, persaudaraan, dan optimisme, Duta Besar Republik Yaman H.E. Mr. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh menggelar pertemuan bersama warga negara Indonesia keturunan Yaman yang dihadiri oleh para tokoh masyarakat, akademisi, peneliti, serta para pengusaha yang selama ini dikenal memiliki perhatian besar terhadap masa depan hubungan bilateral kedua negara.
Pertemuan yang berlangsung hangat di Larazeta Resto tersebut dipelopori oleh pengusaha muda Syarif Haidar Ali dan Umar Jamal Ba’agil, serta mendapat dukungan penuh dari Yusuf Martak selaku pemilik restoran yang menjadi tempat berlangsungnya acara penuh makna tersebut.
Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah tokoh penting dari kalangan masyarakat keturunan Yaman dan dunia usaha, di antaranya DR. IR. Abdul Kadir Baraja, Fauzi Salim Martak, Abdurrahman Kadir Assegaf, Syech Husin Aljufri, Abdurrahman Hasan Aljufri, Hamid Muhammad Nabhan selaku peneliti Hadrami Indonesia, Muhammad Hasyim Baabud, Salim Muhammad Assegaf, serta Abu Bakar Alhamid.
Kehadiran mereka bukan hanya sebagai tamu undangan biasa, melainkan sebagai representasi dari tokoh-tokoh masyarakat dan pebisnis yang memiliki kepedulian besar terhadap masa depan hubungan Indonesia dan Yaman, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, budaya, maupun hubungan sosial kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Duta Besar Yaman menyampaikan visi diplomasi baru yang lebih terbuka, humanis, dan dekat dengan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Yaman bukan sekadar hubungan formal antarnegara, melainkan hubungan persaudaraan yang telah tumbuh selama ratusan tahun melalui jalur perdagangan, dakwah, pendidikan, budaya, serta hubungan kekeluargaan yang sangat kuat.
Beliau juga menekankan pentingnya membangun kerja sama konkret dalam bidang pendidikan, investasi, perdagangan, pengembangan budaya, hingga pemberdayaan generasi muda diaspora Yaman di Indonesia agar mampu menjadi jembatan strategis bagi kedua negara.
Para tamu yang hadir tampak sangat antusias mengikuti jalannya diskusi yang berlangsung penuh keterbukaan dan rasa kekeluargaan. Banyak di antara mereka menilai bahwa kehadiran Duta Besar Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh membawa semangat baru bagi wajah diplomasi Yaman di Indonesia.
Mereka melihat adanya pendekatan baru yang lebih dekat dengan masyarakat, lebih aktif mendengar aspirasi diaspora, dan lebih serius dalam membangun hubungan nyata antara rakyat kedua negara.
Suasana pertemuan semakin bermakna ketika Hamid Muhammad Nabhan, peneliti Hadrami Indonesia, turut menuliskan refleksi mendalam mengenai pertemuan tersebut dalam sebuah tulisan berjudul “Pertemuan Bermakna Dengan Duta Besar Yaman: Mempererat Tali Persaudaraan Dan Kerja Sama.”
Dalam tulisannya, Hamid Nabhan menggambarkan pertemuan tersebut sebagai sebuah kehormatan besar yang mempertemukan dua bangsa yang telah lama terikat oleh sejarah dan nilai persaudaraan.
Ia menuliskan bahwa suasana pertemuan berlangsung sangat akrab dan penuh pengertian, hingga menyadarkan semua pihak bahwa jarak geografis tidak pernah mampu memisahkan rakyat Indonesia dan rakyat Yaman yang telah lama bersahabat.
Hamid Nabhan juga menyoroti besarnya perhatian Pemerintah Yaman terhadap Indonesia, khususnya Surabaya dan Jawa Timur yang dikenal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, budaya, dan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan Indonesia dan Yaman bukan sekadar hubungan diplomatik di atas kertas, tetapi ikatan batin yang tumbuh dari sejarah panjang para pelaut dan pedagang Yaman yang dahulu datang, berbaur, dan menjadi bagian dari perkembangan peradaban Nusantara.
Dalam pembahasan yang berlangsung malam itu, berbagai peluang kerja sama strategis turut menjadi perhatian bersama. Mulai dari bidang ekonomi dan perdagangan, pengembangan investasi, pendidikan, budaya, hingga program pertukaran pelajar antara kedua negara.
Duta Besar Yaman juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 9000 pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Yaman. Angka tersebut menjadi bukti nyata betapa kuatnya hubungan emosional dan historis antara masyarakat kedua negara.
Selain itu, beliau juga telah melakukan kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi di Surabaya sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama pendidikan dan memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Yaman.
Para tokoh yang hadir malam itu meyakini bahwa pertemuan tersebut bukan hanya sekadar jamuan makan malam diplomatik, melainkan awal dari babak baru hubungan Indonesia–Yaman yang lebih modern, lebih aktif, dan lebih berorientasi pada kerja sama nyata.
Pertemuan itu sekaligus menunjukkan bahwa diaspora Hadrami Indonesia tetap memiliki peran besar sebagai jembatan persaudaraan antara dua bangsa yang telah terhubung sejak berabad-abad silam.
Dengan hadirnya para tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, dan peneliti dalam satu forum penuh persaudaraan tersebut, banyak pihak optimistis bahwa hubungan Indonesia dan Yaman akan terus berkembang menjadi hubungan strategis yang semakin kuat dan memberi manfaat besar bagi generasi masa depan kedua negara.
Surabaya, 19 Mei 2026
Penulis: R.A.A.






