TKSK Sambeng Makin Solid Dan Tingkatkan Kinerja, Pastikan Penyaluran Program Jalankan Pedum 6T

Oplus_0

Lamongan, radarjatim.co. ~✓Keberadaan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sangat penting peranannya, karena merupakan kepanjangan tangan pemerintah dalam menangani masyarakat yang mengalami permasalahan sosial.

Pentingnya TKSK, misalnya ada laporan mengenai PMKS dari masyarakat, TKSK dengan cepat menjangkau dan melayani PMKS. Hal ini membuktikan bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat pada saat dibutuhkan dan ini dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat (public trust) kepada pemerintah.

Seperti halnya TKSK di Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Widianto dengan tugas fungsi sesuai tanggung jawabnya, terus melakukan upaya-upaya bagaimana program pemerintah bisa diterima dengan baik dan dirasakan manfaatnya. Yang mana salah satunya adalah memastikan program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak ada kendala.

Baca Juga :  Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf Bersama PT. Petrokimia Gresik Panen Padi di Driyorejo

“Saya selalu tekankan agar para agen selalu mengoptimalkan dan menjalankan program sesuai pedum (pedoman umum) yang ada terutama 6T yakni, tepat harga, tepat kualitas, tepat sasaran, tepat waktu, tepat adminitrasi dan tepat penyaluran,” ujar Widianto, minggu (30/6/2024).

Dijelaskan Widianto, tugas TKSK adalah memantau dan mengarahkan para agen agar penyaluran BPNT merujuk ketentuan pedum 6T dan kewajiban serta kewenangan para agen penyalur memenuhi dan menyalurkan program.

“Terkait pembelanjaan barang sembakonya dari mana, barang dari siapa supliernya, TKSK mengatakan tidak masuk dalam ranah itu. TKSK mempunyai tugas mengarahkan regulasi, ketentuan pedoman umum 6T dan kami menerima pelaporannya,” jelas Widianto.

Baca Juga :  Ramadhan 1444 H Forkopimcam Balongpanggang Gelar Baksos Di Masjid Baiturrohim

Dari sisi lainnya, Widianto juga menjelaskan, selama bertugas jadi TKSK, bukan hanya memantau program BPNT saja, ada 26 permasalahan yang berhubungan dengan sosial masyarakat atau (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

“Misalkan yang pernah dialami ketika ada warga sakit gangguan mental, warga yang sudah renta dan hidup sendiri, saya mendampingi, juga ada warga menderita penyakit ingin dioperasi tidak ada biaya, saya membantu memperjuangkan untuk bisa gratis biaya, membuatkan kartu peserta BPJS,” papar Widianto.

Tak cukup sampai disana, sambung Widianto, biaya selama keluarga pasien di rumah sakit pun terpikirkan, mencari dana dari para donatur dan lainnya.

“Alhamdulillah setelah itu saya serahkan uang tersebut kepada orang tua pasien. Saya bersyukur bisa membantu semampu yang saya bisa. Tugas TKSK menjadi jembatan bagi saya bisa berbuat yang positif dan bermanfaat bagi yang membutuhkan. Yang terpenting bagi saya, secara tugas telah dilaksanakan dan selebihnya saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa Allah SWT,” tutur Widianto.

Baca Juga :  Miris! Lebih dari 1000 Anggota DPR Terlibat Judi Online: Cerminan Kebobrokan Moral Wakil Rakyat

Namun kata Widianto, terkadang perbuatan atau langkah yang dianggap baik, ada saja halangan rintangan atau ketidakpuasan.

“Bagi saya semua itu dijadikan sebagai renungan saja, yang terpenting tugas saya seperti tadi memberikan binaan dan arahan pedum 6T kepada agen sudah dijalankan. Dan termasuk masalah PMKS lainnya, Insya Allah semampu yang saya bisa untuk masyarakat yang memang membutuhkan bantuan,” pungkasnya. (Wh).