Saat Hendak Meliput Pertandingan Sepak Bola, Terjadi Adu Mulut Antara Wartawan dengan Polisi

Surabaya [ radarjatim.co – Insiden adu mulut kembali terjadi antara wartawan dengan aparat kepolisian saat hendak meliput pertandingan sepak bola antara Persebaya vs PSIS Semarang.

Pasalnya, puluhan wartawan berencana masuk lewat pintu no.19, namun dihalangi oleh polisi berpangkat melati satu dipundaknya.

Polisi yang bersifat arogansi itu diketahui bernama Kompol Dwi Nugroho menjabat sebagai Kapolsek Tegal Sari Surabaya.

“Tugas polisi hanya mengamankan, tidak ada kaitanya dengan sosialisasi dan pintu masuk. Kebijakan semua dari pampel,” ujar Dwi Nugroho .

Baca Juga :  Dump Truck Diduga Langgar Jam Operasional, Patah As di Perlintasan Rel KA Cerme Picu Kemacetan Panjang

Nugroho menyuruh awak media langsung menanyakan kepada pihak pampel, akan tetapi pihak pampel saat ini masih sibuk.

Nugroho juga teriak dihadapan media dengan ucapan dirinya meminta untuk diviralkan. “Sini-sini video saja saya,” ucapnya.

Mendengar teriakan dari Dwi Nugroho salah seorang wartawan bernama Munif menghampiri dan terjadi adu mulut.

Baca Juga :  Mayat Tanpa Indentitas Masih Terbungkus Tas Plastik, Gegerkan Warga Benjeng

“Saya ini sudah konfirmasi dari sebelum pertandingan laga dimulai. Namun pihak polisi terkesan cuek dan acuh tak acuh,” kata Munif.

Sementara itu, Samsul Arifin akrab dipanggil Gud – Gud wartawan metropos.id angkat bicara lantaran tidak terima melihat tindakan dan ucapan Kompol Dwi Nugroho melarang wartawan meliput pertandingan sepak bola di stadion Bung Tomo.

“Tindakan Kapolsek Tegal Sari saat melakukan pengamanan di stadion bung tomo sangat disayangkan, kenapa wartawan dilarang meliput pertandingan sepak bola padahal kami ini juga menjalankan tugas,” ungkap Gud Gud

Baca Juga :  Segerombolan Pemuda Ngabuburit Puasa  Ramadhan Berakhir Ricuh di Desa Lebak 

Gud-Gud berharap kepada Kapolrestabes Surabaya, kejadian insiden pelarangan meliput pertandingan tidak lagi terjadi di kemudian hari.

“Saya berharap kepada Kombes Pol Ahmad Yusef selaku Kapolrestabes Surabaya untuk membina anggotanya agar tidak bersifat arogan terhadap rekan jurnalis ,” harap Gud Gud.

(Ark)