RADARJATIM.CO ~ Produksi ikan laut hasil tangkap nelayan mencapai 22.905 ton sepanjang 2024 di Kabupaten Malang, Jawa Timur, meski terhambat cuaca ekstrem. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, mengatakan produksi ikan tangkap sebanyak itu meningkat bila dibandingkan 2024 yang hanya 17.038 ton. “Para nelayan melaut dengan tetap menyesuaikan kondisi cuaca,” ujarnya, Sabtu (2/11/2024).
Untuk komoditas unggulan Ikan Tuna, Cakalang dan Tongkol, Victor menyebut produksinya hampir 9.000 ton per tahun. “Tunanya 3.000 ton, Cakalang sekitar 4.000 ton, Tongkolnya 2.000 ton. Sehingga totalnya 9.000 ton per tahun untuk produksi tangkapan perikanan laut,” terang Victor.
. Hasil tangkap ikan terbanyak, yakni cakalang disusul ikan layang dan baby tuna, lalu tongkol. Jumlah ikan cakalang setahun ini mencapai 5.691 ton, sedangkan ikan tuna sebanyak 3.114 ton. Pedagang ikan di Pasar lelang ikan sendang biru , Kabupaten malang Malang, Bu Suhartati, menjelaskan permintaan ikan laut tinggi. Di sisi lain, pasokan ikan turun karena musim penghujan
Dampak menurunnya pasokan, harga ikan naik. Seperti ikan kakap merah mengalami kenaikan, dari Rp65.000/kg, kini Rp75.000/kg. Ikan tenggiri dijual Rp80.000/dari sebelumnya Rp70.000/kg. “Musim hujan, pasokan ikan sedikit. Harga ikan di awal tahun ini juga masih mahal, harga ikan kakap merah dan tenggiri naik Rp10.000/kg,” ucapnya.
(Penulis: Aquan Jalu Sunarto (202410390110009) Magister Agribisnis UMM)






