GRESIK | radarjatim.co–Di penghujung tahun 2021, Polres Gresik menggelar beberapa prestasi dan pencapaian kinerja mulai dari penurunan angka laka lantas hingga ungkap 1.077 kasus di halaman Mapolres Gresik, Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 214, Kembangan, Kebomas, Gresik, Jawa Timur, Kamis pagi, (30/12/2021).
Adapun rangkaian giat Press Release di akhir tahun 2021 kali ini diantaranya, laporan kinerja yang disampaikan Kapolres Gresik dengan di dampingi Forkopimda, pengecekan barang bukti, penandatanganan berita acara, pemusnahan barang bukti oleh Forkopimda Kabupaten Gresik.
Dalam Press release tersebut, Hadir dalam Kapolres Gresik, AKBP Mochamad Nur Azis, S.H, S.I.K, M.Si, Dandim 0817 Gresik, Letkol Inf. Taufik Ismail, S.Sos., M.Pol., Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Kawasan Eropa dan Timur Tengah (BP2MI), Hadi Wahyuningrum, S.H., M.H., Kasi Pidum Kejari Gresik, Firdaus, Kepala UPT BP2MI Surabaya, Happy Mei Ardeni S.E., Perwakilan Pengadilan Negeri, Faktur, Kasat Reskrim Polres Gresik, Iptu Wahyu Rizky Saputro.
Kapolres Gresik, AKBP Moch. Nur Azis menyatakan bahwa pengungkapan kasus di tahun 2021 ini mengalami kenaikan. Tercapainya hal tersebut berkat dukungan seluruh stakeholder dan instansi terkait.
“Selama tahun ini kita menerima laporan sebanyak 1.135 kasus di bidang reserse kriminal. Sebanyak 944 kasus di antaranya berhasil diselesaikan atau diungkap. Sisanya masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan.” ujar Azis.
Sementara itu, kasus pengerusakan di Balongpanggang, Gresik yang dilakukan sekelompok orang dari perguruan silat di Novemver 2021 lalu dan sempat juga viral di medsos itu telah berhasil diselesaikan dengan menetapkan tiga tersangka.
Yang tak kalah menarik, Polres Gresik juga telah mengungkap peredaran pupuk tidak berlabel dan tidak memenuhi standard SNI, pada November 2021, di Kecamatam Sidayu dengan barang bukti sebanyak 12 ton pupuk. Dari kasus tersebut, satu tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Gresik.
Kemudian disusul dengan pengungkapan kasus tindak Pidana Perdagangan orang dengan modus pelati tidak memiliki ijin yang sah menampung 7 orang korban selama 7 bulan yang dijanjikan kerja sebagai tenaga kerja imigran dengan meminta bayaran sebesar 16 juta rupiah yang terjadi pada Desember 2021 di Duduksampeyan, Gresik. Dari hal tersebut, Polres gresik berhasil menetapkan 1 orang tersangka dan saat ini masih dalam proses penyidikan.
(Red)






