Proyek Tol KLBM Seksi 4 Kebomas-Cerme Berdampak Kerugian dan Manfaat Bagi Warga Sekitarnya

Kantor PT Waskita Prescast di area parkiran Dump truk dan alat berat ada saluran air di depan Kantor Waskita dan Parkiran, terlihat kotor dan berbau, Kamis ( 1/10/2020)

 

GRESIK [RADARJATIM.CO- Proyek Tol KLBM mulai Dahanrejo Kecamatan Kebomas menuju Legundi, melalui Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, setidaknya membentang hingga melewati sekitar 9 Desa dalam Wilayah Kecamatan Cerme. Tol yang mulai digarap sekitar Tahun 2017 sampai sekarang, di mana mulai penggarapan di Area Exit Tol masuk Desa Pandu dan Cerme Kidul serta Cerme Lor.

Saat awak media mencoba melalui Akses Jalan Alternatif berupa pedel atau tanah urugan, masuk di Desa Jono maka awak media melihat ada beberapa orang, sedang berkelompok berada di Bawah Jalur Tol KLBM yang masuk di Area Jalan Alternatif Desa Jono tersebut.

Baca Juga :  Kapolres Gresik Sambut Kunjungan Kerja Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB

Ternyata warga sedang berkelompok, adalah para Petani Tambak Ikan dari Desa Tambak Beras, Desa Jono, serta Desa Pandu yang sedang memindahkan dan bertransaksi ikan hasil tambak.

Saluran Irigasi di samping Bahu Jalan Akses Alternatif ke Desa Jono dan Pandu. Terlihat Saluran Irigasi dikotori tanah pedel dan urugan, karena ada dugaan tanah pedel ini masih mengandung racun, sehingga bisa mencemari Air Tambak sekitarnya.

Maka awak media menanyai salah seorang petani tambak, yaitu H. Wahyudin yang sedang mengantarkan ikannya. H. Wahyudin menyampaikan ke awak media “Saya sedang kirim ikan pak ke pengepul atau distributor, pertemuannya ya di bawah jalan tol ini, sebelumnya kami bertemu di pematang tambak dan panas. Untuk ada Jalan Tol KLBM ini kami bisa berteduh dan transaksi ikan, ya ada ikan tombro, bader, dan bandeng. Kalo bisa di bawah sini dibuatkan geladak pak, agar kami lebih mudah bertransaksi karena di sini banyak truk dan mobil lewat” (01/10/2020).

Baca Juga :  Anggota DPRD¬† Gresik Atek Fraksi Golkar Apresiasi Gebyar HUT Ke 78 RI Warga Griya Kencana

Namun di sisi lain ada warga lain yang menyampaikan ke awak media, berkaitan dengan adanya Jalan Tol KLBM tersebut. Warga sekitar yang mengaku bernama Didik menyampaikan ke awak media “Ya karena ada Proyek Jalan Tol KLBM pak, itu proyek Jalan Alternatif yang mau ke Desa Jono ini, banyak pedel atau tanah urugan yang mengotori dan mencemari Saluran Irigasi ke tambak – tambak sekitar. Itu terlihat ada tanah pedel dan urugan yang membuat saluran irigasi tidak lancar, bahkan debunya bikin kami yang lewat sesak nafas” (01/10/2020).

Awak media mencoba ke Kantor PT Waskita Prescast di sebelah Parkiran Alat Berat dan Dump Truck yang masuk Desa Tambak Beras. Saat awak media menemui seorang satpam yang jaga, serta ada seorang lagi pegawai Waskita. Satpam Waskita Prescat menyampaikan ke awak media “Maaf pak pimpinan dan humas Waskita tidak ada di tempat, lain waktu saja kesini atau bapak langsung ke Petugas di Area Exit Tol KLBM di sana” Kamis (1/10/2020)

Baca Juga :  Saat Safari Sholat Jum'at, Kapolres Sumenep Berikan Nasehat dan Himbauan Kamtibmas

Kemudian seorang pegawai Waskita Prescast yang ada di sebelah satpam tadi mengatakan “Bapak dari media ya, jangan kesini lagi pak, kami gak tahu apa – apa terkait Proyek Tol KLBM. Biasanya media kan cari – cari masalah saja, serta cari sesuatu yang menguntungkan pribadinya. Sudah jangan kesini lagi pak”

Reporter: Hari Susilo