Pentingnya Mengukur Lingkar Perut untuk Kenali Risiko Obesitas Abdominal

Kuala Lumpur Malaysia || RADARJATIM.CO – Menjaga kesehatan pada usia produktif tidak hanya dilakukan melalui pola makan dan aktivitas fisik, tetapi juga dengan mengenali kondisi tubuh melalui pemeriksaan sederhana. Salah satunya adalah pengukuran lingkar perut yang dapat membantu mengetahui risiko obesitas abdominal.

Hal tersebut menjadi bagian dari kegiatan “Nutrition Education And Health Screening For Productive-age Women at PCI Fatayat NU Malaysia” yang dilaksanakan oleh Program Studi S1 Gizi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) pada tanggal 9 Agustus 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional UNUSA tahun 2026 dengan target kegiaan edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi perempuan usia produktif di PCI Fatayat NU Malaysia.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Surabaya Implementasikan Antrean Online di Klinik Utama dan RS Surabaya

Dosen Program Studi S1 Gizi UNUSA, Dr. Ira Dwijayanti, S.Gz., M.Sc., menjelaskan bahwa pengukuran lingkar perut penting dilakukan karena dapat menjadi salah satu indikator adanya penumpukan lemak di area perut.

Baca Juga :  Sosialisasi Program Kerja Pengawasan Kearsipan Tahunan (PKPKT), Mahasiswa Magang FH UMM Belajar Administrasi Pemerintahan

“Pada perempuan, lingkar perut lebih dari 80 sentimeter merupakan salah satu indikator obesitas sentral. Kondisi ini perlu diperhatikan karena penumpukan lemak abdominal berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit tidak menular,” jelasnya.

Menurut Ira, pemeriksaan lingkar perut juga perlu dilakukan bersamaan dengan pemantauan tekanan darah. Keduanya dapat menjadi pemeriksaan sederhana untuk membantu mengenali faktor risiko kesehatan sejak dini.

Baca Juga :  ALERGI WARTAWAN, KEPSEK SMAN 1 GONDANG JOHAN BAHRUDIN" KABUR DARi KANTOR"

“Jadi, bukan hanya melihat berat badan. Lingkar perut dan tekanan darah juga perlu diperhatikan sebagai bagian dari pemantauan kesehatan,” tambah Ira.

Melalui kegiatan ini, perempuan usia produktif diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga pola makan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular.