Pasokan BBM di Pulau Bawean Perlu Adanya Pengawasan Pihak Terkait

Gresik {radarjatim.co~ Kebutuhan masyarakat Bawean akan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar untuk setiap bulannya masih belum bisa tercukupi, terbukti dengan adanya harga yang bervariatif di lapangan sehingga dirasakan terlalu mahal oleh warga.

Menurut pengawas dari Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) 56.611.01. Prapto menuturkan bahwa pihaknya untuk di bulan Maret 2022 menerima Pertalite sebanyak 72 KL (9) tangki dan Biosolar sebanyak 24 KL (3) tangki, isi per tangki ada 8 ton untuk disalurkan kepada delapan (8) sub agen di Bawean, ungkapnya.

M. Hafid selaku pengawas dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak 56.611.39 untuk pasokan Pertalite menerima sebanyak 248 KL atau 31 tangki dan untuk Biosolar 32 KL atau 4 tangki yang akan disalurkan kepada sembilan sub agen di Bawean.

Baca Juga :  Kolaborasi Pemkab Untuk Bangkitkan UMKM

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan oleh awak media Radarjatim.co setelah mendatangi Kapten MT. Omega Selatan Surabaya di Pelabuhan Bawean untuk meminta klarifikasi terkait dengan Kouta BBM jenis Biosolar untuk APMS 01 yang kurang 1 tangki di bulan Maret, Selasa (29/3/2022)

Kapten MT. Omega Selatan Surabaya, Ujang Suryadi (51) membenarkan bahwa untuk APMS 01 BBM jenis Biosolar masih kurang 1 tangki disebabkan oleh keterbatasan tempat. Daya muat atau kapasitas kapal itu sendiri untuk Biosolar hanya tersedia 248 KL dan untuk Pertalite 384 KL sesuai dengan Realisasi Loading BBM APMS Supply Point Integrated Terminal Tg. Wangi, ungkapnya.

Ujang Suryadi, menambahkan bahwa pihaknya sudah membuat berita acara serah terima kepada Camat Sangkapura, M. Syamsul Arifin, S. Sos, MM, perihal serah terima BBM jenis Pertalite dan Solar oleh pihak transportasi laut PT. INDOLINE INCOMEKITA MT. Omega Selatan Surabaya kepada SPBU KOMPAK 56.611.39 Bawean sesuai D.O/ L.O dari Pertamina sebagai berikut: Pertalite 248 KL dan Biosolar 32 KL. Proses pengangkutan BBM dilakukan langsung dari Pertamina Bayuwangi menuju pulau Bawean. Sesudah proses bongkar muat BBM, kapal tanker tersebut akan menuju Pulau Masalembu untuk pengiriman terakhir, Ujarnya.

Baca Juga :  GENPATRA Gresik Semakin Eksis, Kembangkan Bidang Ekonomi Kreatif

Salah satu pelaku Sub Agen dari APMS 01 yang berinisial M, yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa dirinya sangat menyayangkan pihak perusahaan dari segi manajemen yang kurang merespon nasib para konsumen di Pulau Bawean.

“Pihaknya sebelum menerima BBM sudah melaksanakan penebusan terkait dengan D.O ke Perusahaan milik Bapak Agus Maulana di Surabaya lebih dari Kouta yang datang ke Bawean, kadang penebusan terkait dengan D.O BBM lebih dari 1 tangki setiap sub agen APMS 01 namun yang datang hanya 4 tangki kadang kurang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bank Jatim Cabang Bawean Gelar Jatim Improvement Meeting di WBS, Guna Membangun Militansi Pegawai Bank

Sub Agen dari APMS 01 berinisial M merasa kecewa saat ini pihaknya dari penebusan 1 tangki cuma diberikan 10 drum oleh pihak pengawas APMS 01 Bawean dengan alasan untuk dibagi rata dengan Sub Agen yang lainnya. Hal ini sungguh melenceng dari manajemen yang baik dan akan berdampak pada harga di lapangan, cetusnya M.

“Ditambahkan oleh inisial M, untuk penebusan BBM jenis Pertalite 1 tangki ke Perusahaan milik Agus Maulana di Surabaya sebesar Rp.61.200.000, dan jenis Biosolar Rp.41.200.000,” cetus salah satu Sub Agen berinisial M kepada awak media Radarjatim.co dengan wajah penuh kecewa, Kamis (31/3/2022)

Fairi~ Rj