Junjung Tinggi Netralitas TNI Polri, Kapolresta Malang Kota Dapat Apresiasi Paguyuban Rektor Wilayah Jatim

Malang Kota |radarjatim.co. ~Rektor PTN wilayah Jatim menggelar rapat kerja paguyuban rektor PTN Jatim tahun 2024 di Universitas Negeri Malang dihadiri Menko PMK Muhadjir Efendy,  ,Selasa (06/02/2024)

Dalam rapat kerja tersebut membahas terkait masa depan pendidikan bangsa serta menyikapi pelaksanaan pemilu 2024 ini.

Termasuk proses pengamanan yang ketat dan ekstra oleh jajaran TNI Polri mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya dari pak guru paguyuban Rektor Perguruan Tinggi Negeri Jawa Timur.

Baca Juga :  Patroli Knalpot Brong, Satlantas Polres Gresik Amankan 10 Motor

Rektor Universitas Negeri Malang Prof. Dr. Haryono M.Pd., saat ditemui para awak media menyampaikan apresiasinya terhadap jajaran TNI Polri khususnya Polresta Malang Kota.

“Menjelang Pemilu damai 2024 ini kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi seluruh elemen TNI Polri dan ASN khususnya Polresta Malang Kota yang telah memberikan pengamanan secara optimal dengan tetap menjunjung netralitas dan memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa serangkaian proses pemilu akan berjalan dengan aman dan damai” terangnya.

Baca Juga :  Demi Beli Shabu, Oknum Polres Pamekasan Tega Jual Istrinya kepada Rekan Seprofesi

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., yang sering menggaungkan netralitas TNI Polri harga mati dan keterbukaannya

apabila ada anggota Polri yang melanggar untuk pembuatan laporan atas pelanggaran tersebut. Hal tersebut juga menjadi salah satu hal yang patut diapresiasi oleh seluruh elemen.

Rektor Universitas Negeri Malang juga menyampaikan bahwa harapannya terkait aspirasi masyarakat tidak terkanalisasi dan tetap mengutamakan kebebasan akademis karena hal tersebut merupakan salah satu proses demokrasi.

Baca Juga :  Perwakilan Polda Jatim, Polresta Malang Kota Berhasil Juara Kedua Lomba Layanan Polisi 110 Tingkat Mabes Polri

“Jelang Pemilu 2024 ini tidak perlu ada hal yang ditakuti atau dikhawatirkan karena Pemilu Setelah reformasi sudah berjalan sesuai dengan regulasi yang ada dan tentunya Besar harapan kami bahwa seluruh aparat dan penyelenggara dapat bersifat rasional,” tutup Prof. Hariyono.

( Red )