Ejek Penjual Es Teh Dan Viral,Miftah Maulana Buat Video Permintaan Maaf

Miftah Maulana membuat video permintaan maaf (Foto : Sc Radarjatim,Nawan)

Magelang | Radarjatim – Miftah Maulana Habiburrahman menuai kecaman usai mengolok-olok penjual es teh di sebuah pengajian. Video yang menampilkan Miftah mengejek penjual es teh viral sejak Selasa (2/12).

Dalam video tersebut,Miftah yang sedang ceramah terlihat memanggil seorang penjual es teh. Lalu, ia menjadikan penjual es teh sebagai bahan bercandaan.

Es teh mu masih banyak tidak? Ya dijual, gob**k!” kata Miftah.

Baca Juga :  Latihan Bersama, PSHT Cabang Gresik Gandeng Kodim 0817 Gresik Terkait Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Kamu jual dulu, nanti kalau belum laku, ya sudah, takdir,” tambahnya,

Masyarakat lantas geram dengan sikap Miftah yang terkesan merendahkan penjual es teh tersebut. Kritik dan kecaman ramai diberikan untuk Miftah hingga menjadi trending topic di media sosial X.

Menanggapi hal tersebut, Miftah memberikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui sebuah video. Ia mengaku akan meminta maaf langsung kepada penjual es teh yang diketahui bernama Pak Sunhaji.

Baca Juga :  Pemuda Asal Jombang Tenggelam Di Kali Lamong, Saat Berburu Biawak

Berikut pernyataan lengkap Miftah, dikutip dari akun tiktok populer seleb.

“Saya Miftah Maulana Habiburrahman, menanggapi yang viral hari ini. Pertama, dengan kerendahan hati saya meminta maaf atas kekhilafan saya. Saya memang sering bercanda dengan siapapun. Maka untuk itu, atas candaan kepada yang bersangkutan saya akan meminta maaf secara langsung. Mudah-mudahan dibukakan pintu maaf untuk saya.

Kemudian yang kedua, saya juga minta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan ini, yang merasa terganggu dengan candaan saya, yang dinilai oleh masyarakat mungkin berlebihan. Untuk itu, saya juga minta maaf.

Baca Juga :  Dandim 0815/Mojokerto Apresiasi Seminar Nasional Matematika Indonesia di Mojokerto Bersama Master Setiawan 

Ini juga merupakan introspeksi bagi saya untuk lebih berhati-hati berbicara di depan publik dan masyarakat.

Pernyataan maaf ini sekaligus menjadi respons Miftah terhadap kritik publik yang menilai tindakannya tidak mencerminkan sikap seorang penceramah.

Melalui klarifikasi ini, ia berharap dapat meredakan kegaduhan dan menunjukkan komitmen untuk introspeksi diri.

Pewarta Nawan

Kord Liputan Nasional