GRESIK, Radarjatim.co – Anggota DPRD Jawa Timur periode 2019 – 2024 Fraksi PDIP Dapil Gresik Lamongan M.I. Andi Firasadi SH., MH. menghadiri kegiatan sosialisasi penguatan wawasan kebangsaan dengan tema ” Penguatan Emansipasi Politik Kaum Perempuan ” di Gedung Poedak Galeri Gresik Jl. Pahlawan No.26 Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik, Sabtu 3 Desember 2022.
Acara sosialisasi penguatan wawasan kebangsaan yang dihadiri oleh para Guru PAUD dan Guru TK se-Kecamatan Gresik tersebut juga dihadiri oleh Ketua Tim Wawasan Kebangsaan dan Tokoh Masyarakat serta undangan lainnya.
Dalam kesempatannya, M.I. Andi Firasadi SH., MH. menyampaikan tujuan utama sosialisasi ini, yakni pertama-tama dirinya mencoba membangun, mendinamisir untuk bagaimana mengajak secara bersama-sama, Bahwa perempuan itu tidak boleh alergi politik. Karena perempuan itu punya potensi strategis, dan itu sudah terbukti.
“Jadi tujuan utama, pertama-tama mencoba membangun, mendinamisir bagaimana mengajak bersama-sama, bahwa perempuan itu tidak boleh alergi politik. Karena perempuan itu punya potensi strategis, dan itu sudah terbukti,” tegas Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur.
Bukti yang dimaksud Andi yaitu, “Bagaimana Sarinah (pengasuh Soekarno saat masih kecil di Jawa Timur) yang mendidik Soekarno, kemudian Inggit (istri kedua Soekarno) memberikan spirit kepada Soekarno sampai ke penjara di Ende, serta Fatmawati yang menjahit bendera merah putih untuk kemerdekaan Indonesia,” tutur mantan sang Advokat.
Menurut Andi, Gresik merupakan kota Metropolis berdasarkan daerahnya, Maka harapan kami (PDIP) itu muncul partisipasi (kaum perempuan) yang semakin tinggi dan semakin kuat, agar banyak perempuan yang terlibat aktif di dunia politik.
“Gresik ini metropolis kalau dilihat daerahnya, maka harapan kami (PDIP) itu muncul partisipasi yang semakin tinggi, semakin kuat, harapannya semakin banyak perempuan yang terlibat (aktif) di dunia politik. Berpartisipasi meski tanpa menjadi anggota legislatif. Kita dorong perempuan mempunyai kesadaran agar dapat mempengaruhi jalannya pemerintahan. jangan sampai berjalan tanpa adanya kontrol. Bahkan laporan Komnas, kasus KDRT naik ratusan ribu dan itu adalah masalah kita bersama, intinya kita akan menjaga hak-hak kaum perempuan,” tutur Andi penuh semangat.
Disinggung soal kontribusi PDIP dalam menyumbang partisipasi peran perempuan di Legislatif dirinya menyampaikan, dari 27 jumlah anggota Legislatif di DPRD Jawa Timur, kader (perempuan) dari PDIP ada 9 orang.
Terkait persoalan tanah, juga menjadi konsen dirinya dan komisinya, termasuk kasus tanah yang saat ini mereka tangani di Karangnongko Blitar seluas 232 Ha, termasuk lahan kereta api di perumahan. Intinya harus ada manfaat yang besar buat rakyat. Bagi yang belum menerima ganti rugi, dirinya meminta agar masyarakat berkomunikasi dengan komisinya.
“Kita itu selalu berpandangan untuk kepentingan bersama, dalam kasus tanah yang kita tangani di Karangnongko Blitar seluas 232 Ha, termasuk juga lahan kereta api yang ada di perumahan. Intinya harus ada manfaat yang besar buat rakyat. Bagi yang belum menerima ganti rugi, agar berkomunikasi dengan kami (komisi A). Karena kalau tidak ada laporan dari masyarakat yang mengadu dan muncul pemberitaan di media, tentu kami tidak akan tahu. Termasuk soal kasus 125 guru tenaga honorer di Lamongan, dari proses honorer ke P3K lolos semua, karena kami kenal satu persatu” pungkas Andi Firasadi.
(Md/Red)






