Warga Desa Perning Kecewa, Mediasi dengan Pengelola Tambang Belum Ada  Mufakat

Nganjuk | radarjatim.co~Permasalahan yang timbul dampak debu dari dum truk bermuatan tanah dari galian C di desa Prayungan  akhirnya diadakan rapat mediasi antara warga dan pengelola tambang di balai desa Perning Kecamatan Jati Kalen Kamis (29/9/2022)

Dalam Mediasi tersebut, hadir Forkopimcam Jati Kalen ,diawali pembahasan bahwa,”warga desa menolak apabila akses jalan tersebut dilewati oleh dum truk karena selain debu juga jalan tersebut yang dulunya aspal sekarang kembali ke tanah yang mana di musim hujan rawan pengendara terjatuh. Walaupun ada dana kompensasi dari debu itu belum cukup bila warga terjatuh ataupun sakit yang timbul akibat debu,dan kecelakaan, Seperti yang disampaikan beberapa warga saat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya.

Foto: Suasana rapat mediasi warga desa Perning dengan Pengelola Tambang. Kamis (29/9/2022)

Namun dijelaskan oleh Camat Jati Kalen, Suwito terkait akses jalan yang rusak, pihak desa dan forkopimcam sudah mengajukan perbaikan jalan perning dan akan diadakan perbaikan di TA 2023,

Baca Juga :  Kodim 0832 Surabaya Selatan Gencarkan Vaksinasi di SDN Pradah Kalikendal 1

Sedangkan dalam mediasi tersebut ada 3 pilihan yang diajukan oleh warga,diantaranya,stop tidak boleh lewat,stop sementara sampai terlaksana perbaikan jalan,atau dam truk boleh jalan tapi bersyarat,oleh Arip pihak pengelola tambang dipilih jalan dengan memenuhi permintaan warga.

Di sisi lain ada beberapa warga yang kurang sependapat dengan adanya keputusan dam truk boleh jalan dengan memenuhi kompensasi,bahwasanya,terkait debu yang berterbangan itu sangat menggangu kesehatan kalau kompensasi itu dalam 1 bulan yang terkena dampak harus menerima berupa uang misal 100 ribu,tidak sesuai misal warga sakit karena debu untuk berobat saja kurang,”jelas warga yang ditemui oleh awak beberapa awak media,

Baca Juga :  Peresmian Masjid KH Robbach Ma’sum, Gus Yani Berharap Masjid ini Jadi Pusat Kegiatan Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Saat disinggung apa harapannya untuk mediasi ketiga nantinya, Saya sebagai warga berharap dum truk harus dihentikan dan semoga saja pemerintah desa tidak ada unsur permainan dalam arti berpihak terhadap pengelola galian C, pintanya

(Sony)