BAWEAN, GRESIK, RADARJATIM.CO – Perayaan Hari Besar Bawean (HBB) ke-425 berlangsung meriah di kawasan Pantai Perikanan Bawean. Lomba dayung jhukong, perahu tradisional khas Bawean, dan panjat pinang menjadi bagian dari kemeriahan yang menyedot antusiasme masyarakat.
Tak sekadar menghadirkan hiburan, lomba dayung jhukong juga menjadi momentum untuk menjaga warisan budaya lokal agar tetap dikenal dan dilestarikan oleh generasi muda. Tradisi yang lekat dengan kehidupan masyarakat Bawean tersebut kembali mendapat ruang di tengah perayaan hari bersejarah bagi Pulau Bawean.
Dalam pelaksanaan lomba dayung jhukong dan panjat pinang, Junaidi bersama anggota LSM GMBI KSM Sangkapura turut berperan aktif dalam mengoordinasikan dan melaksanakan kegiatan di lapangan.
Persaingan antarpeserta berlangsung dengan semangat kebersamaan. Berdasarkan hasil lomba dayung jhukong, juara pertama diraih Boni, warga Dusun Rujing, Desa Sungai Teluk, dengan hadiah sebesar Rp1.500.000. Sementara itu, juara kedua diraih Didi, warga Dusun Sungaitopong, Desa Sungai Teluk, yang memperoleh hadiah Rp1.000.000.
Adapun alokasi hadiah sebesar Rp500.000 yang diperuntukkan bagi juara ketiga tidak diberikan kepada satu orang peserta karena tidak ada penetapan juara ketiga. Menurut keterangan Junaidi, uang tersebut kemudian dibagikan masing-masing Rp50.000 kepada delapan peserta sesuai mekanisme yang disepakati dalam kegiatan.
Junaidi mengatakan, terselenggaranya lomba dayung jhukong dan panjat pinang merupakan hasil kerja keras dirinya bersama anggota LSM GMBI KSM Sangkapura. Mereka berupaya agar masyarakat dapat menikmati kemeriahan HBB ke-425 sekaligus memberikan ruang bagi pelestarian tradisi Bawean.
“Kami bersama anggota berusaha agar kegiatan ini bisa terlaksana dan masyarakat bisa menikmati kemeriahan HBB ke-425. Lomba jhukong ini juga menjadi bagian untuk menjaga budaya dan tradisi Bawean,” ujar Junaidi.
Ia menegaskan, anggaran untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut diupayakan secara mandiri bersama anggota, bukan berasal dari panitia HBB.
“Untuk anggarannya, kami bersama anggota yang mencari dan mengupayakan. Jadi kegiatan lomba dayung jhukong dan panjat pinang ini murni hasil kerja keras kami bersama anggota,” tegasnya.
Menurut Junaidi, keterlibatan masyarakat dan komunitas lokal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi. Kegiatan budaya seperti lomba dayung jhukong dinilai perlu terus mendapat perhatian agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Ia berharap lomba serupa dapat kembali digelar pada perayaan HBB mendatang dengan partisipasi masyarakat yang semakin luas. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap identitas budaya daerahnya.
“Harapan kami, budaya jhukong ini terus dilestarikan. Jangan sampai generasi muda tidak mengenal budaya dan tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Bawean,” pungkas Junaidi.
RADARJATIM.CO — Mengungkap Fakta demi Kebenaran.






