Gresik, [ radarjatim.co~Pembangunan Pasar di Desa Gluanploso kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik yang di beri nama pujasera masih banyak menuai kontrofersi, bangunan yang di bangun pada sekitar tahun 2019 itu masih ramai dipersoalkan warganya
Menurut salah satu warga yang enggan disebut namanya bahwasannya bangunan pujasera berdiri di tanah lapangan, yang semestinya di peruntukkan sarana olah raga warga Gluranploso
Pujasera dibangun sampai dua kali sebab di bngunan yang pertama roboh karena diterjang angin , tetapi menurut warga sekitar itu disebabkan kontruksi bangunan yang asal – asalan
Warga juga menjelaskan bangunan yang berdiri di lapangan itu (pujasera) di bangun dari dana sewa waduk yang menghabiskan dana sekitar 30 juta untuk bangunan yang tahap pertama, dan untuk bangunan yang tahap ke dua tidak diketahui dari mana asal anggarannya dan lagi menyewa lapak mencapai Rp. 2 juta pertahun itu pun tidak tahu bagaimana pengelolahannnya
” Membangun pujasera itu dua kali mas yang pertama roboh, terus dibangun lagi tapi gak tau dana dari mana dan lagi mas tanah yang di bangun itu tanah lapangan bukan tanah TKD dan untuk sewa lapak sekitaran Rp. 2 juta tidak diketahui siapa yang mengelolahnya ” ungkap warga yang berpesan agar warga yang tanya tidak ditulis namanya Sabtu (27/03/2021)
Kemudian wartawan mencoba untuk menghubungi Kepala desa Gluranploso melalui seluler untuk menanyakan kebenaran keterangan warganya , tetapi sayangnya sampai 3 kali panggilan tidak dijawab oleh pihak yang bersangkutan terkesan mengindari untuk dikonfirmasi
Sengaja berita ini diturunkan agar pemerintah desa Gluanploso transparan dalam pengelolahan APBDes.(bnco)