Gresik {radarjatim.co ~ Kegiatan pelatihan penyusunan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) digelar di Aula Hotel Miranda di Dusun Pacinan Desa Sawah Mulya Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik Jawa Timur. Pelatihan tersebut digelar oleh Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PCFNU) Bawean selama 2 hari, Senin (14/2/2022).
Pelatihan ini dihadiri oleh pemangku Forkopimcam Sangkapura, Kepala Desa Se-Kecamatan Sangkapura, Ketua BPD, Tanfidziyah PCNU (Fauzi Rauf), peserta dari unsur PKK, perangkat desa, dan beberapa anggota BPD.
Pendamping PPRG Kabupaten Gresik ,Nur Khosi’ah, saat menjelaskan tentang Konsep PPRG Desa di acara Pelatihan di Aula Hotel Miranda Bawean.(Foto/Fairi-rj)
Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sangkapura, Abdul Azis, S.H., dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih atas diadakannya kegiatan pelatihan yang digelar oleh PC. Fatayat NU Bawean untuk bekerjasama dengan pemerintah desa.
“Abdul Azis mengakui bahwa kegiatan sifatnya terkait dengan program – program keperempuanan saat ini rupanya mulai berkurang, padahal kita sama-sama mengetahui bahwa perempuan minimal dalam segala bentuk aspek pekerjaan pemerintahan tidak boleh kurang dari 30 persen. Kenyataan di dalam rapat jika kaum perempuan diundang untuk menghadiri rapat dimaksud kebanyakan tidak tahu apa yang akan diajukan dalam perencanaan penganggaran. Justru itu perlunya diadakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) seperti ini”, ungkap Ketua AKD Sangkapura.
Kemas Syaiful Rizal, Kasi Ekonomi Kecamatan Sangkapura yang mewakili Camat Sangkapura memberikan apresiasi terhadap PC. Fatayat NU Bawean yang sudah mau ikut serta dalam meningkatkan pembangunan desa yang kompetitif.
“Langkah ini penting sekali sebagai cikal- bakal yang sudah dimulai oleh PC. Fatayat NU Bawean dengan menggelar pelatihan penyusunan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) oleh bidang hukum, politik dan advokasi PW. Fatayat NU Jatim”, ungkapnya Kemas Saiful Rizal.
Ketua panitia pelaksana, Indah Bunga Lestari, S. Pd., Memaparkan bahwa kegiatan pelatihan penyusunan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) digelar di Aula Hotel Miranda selama dua (2) hari yang diikuti oleh 3 unsur peserta dari tiap-tiap desa di kecamatan Sangkapura, yakni dari unsur PKK, perangkat desa bagian kaur perencanaan dan BPD.
“Pelatihan ini dimulai hari Senin tanggal 14 sampai 15 Pebruari 2022 Pukul 09:00 WIB dengan narasumber dari BAPEDA dan PW. Fatayat NU Jatim”, ungkapnya.
Masih Indah Bunga Lestari, menambahkan bahwa Bimbingan Teknis di hari pertama dan kedua diisi dengan 6 materi, meliputi; Pembahasan Pengarus-utamaan Gender sebagai strategi pembangunan desa, konsep PPRG desa, Integrasi Gender dalam pelaksanaan pembangunan, kerangka pembinaan PPRG Desa, Pengawasan terhadap pelaksanaan PUG PPRG, praktik analisis anggaran, monitoring dan evaluasi.
PW. Fatayat NU Jatim melalui Nur Khosi’ah selaku koordinator bidang advokasi, hukum dan politik sekaligus Tim Pendamping PPRG Kabupaten Gresik, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebagai pintu pembuka untuk menggugah kita semua untuk bersama – sama memastikan bahwa pembangunan di desa Responsif Gender ini dalam artian pembangunan bisa menjawab kesenjangan Gender.
“Nur Khosi’ah memberikan apresiasi kepada PC. Fatayat NU Bawean atas penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini serta ucapan terimakasih terhadap AKD Sangkapura dan P – BPD Kecamatan Sangkapura atas bersedia untuk bekerjasama”, cetusnya.
“Setelah serangkaian kegiatan pelatihan digelar diharapkan terus tetap berkolaborasi, terutama dalam pendampingan agar pembangunan desa bisa responsif gender tidak hanya sebagai dokumen tetapi mulai perencanaan, penganggaran, pelaksanaan sampai pengawasannya responsif gender’, tegas Nur Khosi’ah, Senin (14/2/2022)
Fairi ~ Rj






