JOMBANG | Radarjatim.co ~ Momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN), tahun 2025, Organisasi Serikat Jurnalis Nusantara (SJN) berkolaborasi dengan beberapa organisasi media Se-Kabupaten Jombang, Sabtu,(15/2/2025) Di Perum KD, Desa Karang Dagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang.
Menyikapi DPRD Jombang yang melakukan penolakan terhadap rekan wartawan yang melakukan peliputan saat “HEARING KOMISI” , dan pernyataan Ketua DPRD JOMBANG tujuan dari penolakan itu guna menjaga marwah dewan.”
Dalam acara tersebut, hadir diantaranya:
– Pendiri SJN Joko Prasetyo (Bang Jack),
– Pimpinan Umum SJN M. Dzikri Fajrul Falah,
– Ketua DPC SJN Jombang M. Nur Rudiyanto,
– Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Jombang Agus Pamuji,
– Presiden Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Irno Budi Kiswoyo,
– Perwakilan Solidaritas Wartawan Jombang (SWJ) Pithil,
– LSM Cakra Baskara Nusantara (CBN) Cabang Jombang Mujiono dan LSM CBN Cabang Nganjuk Suhadi, serta anggota.
Awal acara, dibuka sambutan dari M. Nur Rudiyanto, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua organisasi media di Jombang dan LSM.
Kemudian, sekretaris SJN Dedy Rosyadi mengungkapkan, pada kesempatan ini, kita semua berada di sini bersaksi untuk diri kita, sesama wartawan mempunyai tugas mulia, tidak abal-abal. Diberitakan dari rilisan beberapa kawan di media online dan cetak bahwa dilakukan pelarangan dan penolakan kegiatan liputan wartawan dalam program kegiatan “Sidang Paripurna dan Hearing” oleh DPRD JOMBANG, serta Pernyataan Ketua DPRD, yang dilakukan kepada rekan-rekan jurnalis.” Merupakan menghalangi dan menghambat jurnalis melanggar Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.” Tegas Dedy.
Selanjutnya, Pendiri SJN, Joko Prasetyo (Bang Jack) menyampaikan,” Wartawan itu dilindungi oleh Undang-undang dan Dewan Pers, profesi yg bermartabat penjaga keseimbangan antara Masyarakat dan Pemerintah dan itulah mengapa Wartawan harus berorganisasi ? dan lebih lagi berserikat”.
“Tujuan SJN didirikan, gunanya merangkul semua insan pers agar tidak membedakan antar organisasi, sehingga tidak mudah di adu domba dan terpecah belah,”jelasnya.
Bang Jack juga berharap, semoga komunikasi tetap terbangun dan silaturahmi terus terjaga, karena hal itu bisa mempermudah kinerja wartawan,”ucapnya.
Disisi yang sama, Pimpinan Umum Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN), Irno Budi Kiswoyo menyoroti pentingnya seorang jurnalis harus memiliki sertifikasi/ Diklat Jurnalistik agar bisa menjaga Marwah dan Kode Etik Jurnalis sepenuhnya, karena karya tulis ilmiah mempunyai jiwa serta dapat dirasakan oleh pembaca.
Irno Budi kiswoyo memberikan gambaran, kita sesama jurnalis adalah bersaudara, maka jurnalistik mempunyai “Salam Satu Pena”. Jika ada seseorang jurnalis diciderai, maka kita semua juga merasakan hal yang sama. Karena wartawan sebagai Kontrol sosial, bukan sekedar mencari berita.
Sementara itu, Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Jombang, Agus Pamuji menekankan pentingnya peran media sebagai penjernih informasi di tengah perkembangan digitalisasi.
“Media harus mampu menjadi penyeimbang masyarakat, terutama dalam memberikan informasi yang memadai dan berbasis pada kebenaran, akurat, terpercaya serta disajikan harus berasal dari narasumber yang kredibel dan kompeten,”ujarnya.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dari Ketua DPC SJN Jombang, kepada masing-masing Ketua organisasi, serta LSM.
(LR/Kenzo)






