Gresik {radarjatim.co ~ KMN. Maju Lancar dengan Nahkoda Supandi (32) asal dusun sungai topo Desa Sungai Teluk Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik Jawa Timur berangkat melaut dengan Anak Buah Kapal (ABK) sebanyak 14 orang dari pelabuhan perikanan Bawean Pukul 16:00 WIB, Minggu (6/3/2022)
Supandi, Nahkoda KMN. Maju Lancar menuturkan bahwa dirinya berangkat melaut dengan 14 anak buah kapal yakni, Misdi, Mamat, Rudi, Wawan, Rahmat, Addul, Hariyadi, Pipi, Baidi, Rahman, Sahid, Samru, Didi, Wari, semua ABK tersebut berasal dari desa yang berada di Kecamatan Sangkapura.
“Di saat melaut sekitar pukul 20:00 WIB, nakhoda Supandi memerintahkan kepada semua ABK untuk persiapan pasang jaring porsen lingkar (cincin) setelah melihat cuaca yang kurang bersahabat. Alhasil, ikan yang didapat masih belum maksimal hanya mendapatkan ikan sebanyak 1 basket atau keranjang kecil. Akhirnya perahu kembali ke pinggir atau kawasan pelabuhan perikanan Bawean untuk bersandar yang biasa ditempati oleh KMN. Maju Lancar,” ungkapnya Nakhoda.
Sekitar Pukul 00.00 WIB tengah malam KMN. Maju Lancar berlabuh di area Pelabuhan Perikanan Bawean dan aktivitas sudah dilakukan oleh ABK, maka Kapal ditinggalkan pulang ke rumahnya oleh Nahkoda. Selang beberapa menit sesampainya Nakhoda di rumahnya menerima, tiba-tiba telepon selulernya berdering setelah ditelepon oleh rekan sesama nelayan yang memberitahukan bahwa perahunya mengalami pergeseran jangkar yang mengakibatkan insiden adanya benturan keras di bagian lambung depan dengan badan darmaga yang mengakibatkan pecahnya papan dari lonas depan. Akibatnya, air laut mulai masuk ke bagian kapal.
“Nahkoda bersama nelayan lainnya saling membantu dengan cara memindahkan KMN. Maju Lancar ke bagian sebelah timur untuk mengantisipasi musibah karamnya kapal tersebut dengan cara menurunkan alat tangkap berupa jaring porsen dan mesin untuk mengurangi beban yang ada di Kapal,” ungkapnya.
Misdi, saksi mata menambahkan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh cuaca buruk yang tiba – tiba datang menerjang sehingga membuat jangkar kapal mengalami pergeseran dari tempat berlabuh pada awal mulanya”, ungkapnya.
Bripka Shodiq Susanto Danpol 1043 dari Satuan Polisi AIRUD Polres Gresik Wilayah Bawean mendatangi lokasi kejadian dan menyampaikan bahwa dalam insiden yang terjadi di Pelabuhan Perikanan Bawean, terkait KMN. Maju Lancar tidak ada korban jiwa namun kerugian materil ditaksir mencapai Rp.10 Juta untuk perbaikan di bagian lambung depan lonas.
“Bripka Shodiq Susanto menghimbau kepada semua nakhoda kapal nelayan porsen yang berlabuh ataupun parkir di area pelabuhan perikanan Bawean untuk lebih berhati-hati dan memastikan terkait tambat tali yang kokoh dan kuat guna menghindari adanya insiden yang serupa,” tegasnya Shodiq Susanto, Senin (7/3/2022)
Fairi ~ Rj






