Gresik || RADARJATIM.CO – Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, telah menetapkan 9 bakal calon perangkat desa yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Pengumuman tersebut ditetapkan pada 1 Oktober 2026.
Proses seleksi kini menjadi perhatian masyarakat. Mereka berharap seluruh tahapan ujian berlangsung transparan, objektif, profesional, dan tanpa intervensi, sehingga peserta yang dinyatakan lulus benar-benar berdasarkan kemampuan serta hasil ujian.
Ketua Panitia P3D Morowudi menegaskan komitmennya agar proses seleksi berjalan objektif dan tidak dipengaruhi kedekatan maupun faktor finansial.
«“Yang dinilai adalah kemampuan dan hasil peserta dalam mengikuti ujian,” ujarnya.»
Hal senada disampaikan Ketua BPD Morowudi yang berharap seluruh tahapan dapat dilaksanakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga hasil akhirnya dapat diterima masyarakat.
Sementara itu, Djaka Hikmatul Aulia, S.E., S.H., M.M., M.Ph., Ketua Presidium PWDPI (Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia), menyatakan pihaknya akan turut melakukan pemantauan hingga seluruh tahapan seleksi selesai. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan dan mencegah munculnya indikasi penyimpangan.
Perhatian masyarakat juga tertuju kepada Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang dipercaya melaksanakan ujian. Penyelenggara diharapkan menjaga independensi, integritas, serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.
Masyarakat pada prinsipnya berharap seleksi perangkat Desa Morowudi tidak sekadar menghasilkan perangkat desa yang memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga sosok yang kompeten, berintegritas, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Biarkan hasil ujian dan kemampuan peserta yang menentukan. Masyarakat berharap proses seleksi berlangsung jujur, transparan, dan tanpa intervensi.”
(Rois) .






