Perkuat Kemitraan Petani Kopi, Tim Penelitian UPN Veteran Jatim Dorong Kerja Sama yang Berkeadilan

#DariPetaniUntukMasyarakat #Alaspinggan #SDG8 #SDG17 #UPNVJT

Prigen || RADARJATIM.CO ~  13 September 2026 — Tim Penelitian UPN “Veteran” Jawa Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Teknik Komunikasi dan Negosiasi dalam Kerja Sama Kemitraan Pemberdayaan Petani Kopi” bersama Kelompok Tani Kopi Sekar Arabica Prigen dan Vrins Tea.

Kegiatan yang berlangsung di Wisata Alam Alas Pinggan ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat pemahaman petani mengenai pentingnya komunikasi, negosiasi, dan hubungan kemitraan yang proporsional serta berkelanjutan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian dengan judul “Interseksi Kemitraan dan Konsep Hubungan Kontraktual Pada Pemberdayaan Petani Kopi Sekar Arabica Prigen Yang Proporsional dan Berkelanjutan.” Tim penelitian terdiri atas Izzah Khalif Raihan Abidin, S.H., M.H. selaku ketua, bersama Aldira Mara Ditta Caesar Purwanto, S.H., M.H., Nimas Safira Widhiasti Wibowo, S.I.Kom., M.Med.Kom., Alodia Pramesti Cahyaningtyas, dan Theophilus Otniel Samuel.

Baca Juga :  Daftar Transfer DAK Fisik 2025 Jawa Timur Setelah Presiden Prabowo Perintahkan Efisiensi Anggaran

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak melihat kemitraan bukan hanya sebagai bentuk kerja sama ekonomi, tetapi juga sebagai hubungan yang perlu dibangun berdasarkan kesepahaman dan kesepakatan yang jelas.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya menuangkan hasil kesepakatan antara kelompok tani maupun petani ke dalam bentuk perjanjian tertulis agar hak dan kewajiban para pihak memiliki kepastian.

Selain aspek kemitraan, diskusi juga menyinggung kebutuhan pengembangan sektor pertanian, termasuk penerapan pertanian modern serta penguatan kemampuan pemasaran melalui pemanfaatan media digital.

Hal ini dinilai penting seiring dengan kebutuhan petani untuk memperluas jangkauan pemasaran dan memperkenalkan produk kopi kepada konsumen yang lebih luas.

Ketua Tim Penelitian UPN “Veteran” Jawa Timur, Izzah Khalif Raihan Abidin, S.H., M.H., menekankan pentingnya membangun kemitraan melalui komunikasi dan negosiasi yang terbuka.

Baca Juga :  SPMB Jatim 2026 Minim Transparansi, Celah Permainan Curang Oknum Disdik Dipertanyakan

“Kemitraan yang baik perlu dibangun melalui komunikasi dan negosiasi yang terbuka, sehingga setiap kesepakatan yang dibuat dapat memberikan kepastian bagi para pihak dan mendukung keberlanjutan pemberdayaan petani kopi.”

FGD juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi sejumlah tantangan yang dihadapi Kelompok Tani Kopi Sekar Arabica, salah satunya keterbatasan dukungan dan pendampingan dari berbagai stakeholders. Di sisi lain, kebutuhan terhadap strategi promosi digital semakin meningkat agar produk dan potensi kopi yang dimiliki dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Sebagai tindak lanjut, penguatan kapasitas kelompok tani diarahkan pada pengembangan pertanian modern, peningkatan kemampuan digital marketing, serta terbukanya peluang pendampingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan kelompok tani. Dalam hal ini, UPN “Veteran” Jawa Timur siap memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan Kelompok Tani Kopi Sekar Arabica, sehingga hasil penelitian dan kegiatan pengabdian dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Lions Automotive Car Contest 2026 Hadir Sebagai Campus Car Contest Pertama di Surabaya

Kegiatan FGD yang dilaksanakan di Wisata Alam Alas Pinggan juga memperlihatkan potensi kawasan tersebut sebagai ruang edukasi dan pengembangan kopi.

Selain menawarkan suasana wisata alam, Alas Pinggan memiliki program unggulan berupa edukasi kopi yang dapat menjadi sarana bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat proses, potensi, dan berbagai aspek di balik komoditas kopi. Informasi mengenai kegiatan dan program unggulan tersebut dapat diikuti melalui akun Instagram @alaspinggan.

Melalui sinergi antara kelompok tani, akademisi, pelaku usaha, dan berbagai stakeholders, pengembangan kopi diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem kemitraan yang adil, adaptif, dan berkelanjutan.