Gresik || radarjatim.co – Usai pelaksanaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB), Sejumlah terobosan ditempuh SMAN 1 Cerme Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur untuk memberikan support kepada para siswa-siswi untuk meraih prestasi pendidikan yang baik dan bermutu.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya mengantarkan siswa meraih kesuksesan. Mulai program menumbuhkan jiwa kewirausahaan sampai pemberian seragam dan atribut bagi siswa tidak mampu.
“Ada orang tua benar-benar tidak mampu datang ke sekolah dan menyampaikan keluhannya tidak mampu membeli seragam. Kemudian hal tersebut disampaikan kepada kepala sekolah. Kemudian saya belikan seragam dan saya antar ke rumah. Seragam tersebut saya beli dari uang pribadi kepala sekolah,” ujar Kepala SMAN 1 Cerme kabupaten Gresik, Indah Nusa Rini S.Pd. M.Pd.
Wanita bersahaja dan murah senyum (ramah ) tersebut mengungkapkan, program seragam gratis diberikan kepada siswa baru tahun ajaran 2023-2024 SMA N 1 Cerme. Bagi Indah sapaan akrabnya alasan memberikan seragam gratis bagi siswa tidak mampu cukup sederhana. “Sebenarnya saya hanya ingin berbagi rezeki, jadi rezeki yang lewat kita itu bukan menjadi milik saya. Sebagian adalah milik orang lain, saya ingin berbagi semampunya,” tuturnya saat ditemui redaksi RadarJatim.co di kantornya. Senin (31/7/2023)
Namun langkah kepala SMA N 1 Cerme tersebut sebenarnya punya tujuan lebih luas. “Saya tidak ingin ada anak tidak berseragam. Karena nanti akan memancing adanya bully, (ejekan )” jelasnya.
Terkait pengadaan seragam dan atribut sekolah, pihak SMA N 1 Cerme menyerahkan sepenuhnya kepada orang tua murid. Artinya , sekolah mempersilakan orang tua membeli seragam sendiri. “Koperasi hanya menyediakan seragam dan atribut sekolah saja bagi yang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dan tidak wajib (harus) membelinya di koperasi. Imbuhnya.
Sekolah hanya memberikan rincian warna seragam yang dibutuhkan serta modelnya. Kita berikan orang tua edaran, orang tua membeli sendiri di toko atau pasar umum, Saya bebaskan orang tua untuk membeli seragam sendiri tidak mengikat dan tidak memaksanya ,” ujarnya.
Kebijakan yang diambil tersebut menurut Indah Nusarini memang membawa konsekuensi. Salah satunya masing masing siswa tidak sama persis seragamnya. Tetapi hal tersebut tidak akan mengganggu kelancaran proses kegiatan belajar mengajar. “Ketika sekolah menyerahkan pengadaan seragam kepada orang tua. Itu saya lebih nyaman dan aman serta tidak banyak protes atas keluhan masyarakat wali murid, ” jelasnya.
Terkait dengan pemberitaan sebelumnya bahwa di SMA N 1 Cerme menjual seragam dan atribut sekolah sebesar Rp.2 juta lebih itu tidak benar sebab pihak koperasi tidak mewajibkan orang tua atau wali murid membelinya apalagi ada larangan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengancam akan mencopot Kepala Sekolah SMA/SMK Negeri di Jatim yang masih nekat menjual seragam sekolah melalui koperasi. “Jika hari ini masih ada koperasi sekolah yang masih menjual seragam, kepala sekolahnya akan saya copot,” kata ibu Khofifah melalui keterangan resminya, Minggu (30/7/2023) pungkas Kasek SMAN 1 Cerme, Indah Nusa Rini.
(Red)






