SIDOARJO || RADARJATIM.CO – Suasana berbeda terlihat di MI Al-Ihsan Tebel, Sidoarjo, Rabu (15/7), saat Website Sistem Informasi Presensi (SIP) resmi diperkenalkan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan. Peluncuran sistem tersebut menjadi awal pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pengelolaan presensi, administrasi, dan aktivitas akademik sekolah secara lebih terintegrasi, sekaligus mengakhiri ketergantungan madrasah pada absensi manual berupa tanda tangan di atas kertas.
Website SIP merupakan hasil Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Dike Bayu Magfira, S.T., M.MT, bersama empat mahasiswa yaitu Siti Khotimah, Afrah Amani, Mulya Nafa, dan M. Mu’affa Aditya. Selama beberapa bulan, tim melakukan identifikasi kebutuhan sekolah, pengembangan sistem, hingga pelaksanaan implementasi agar aplikasi yang dibangun benar-benar sesuai dengan aktivitas operasional di MI Al-Ihsan Tebel, Sidoarjo.
Berbeda dengan sistem presensi konvensional, Website SIP dirancang sebagai platform yang mampu menghubungkan berbagai aktivitas sekolah dalam satu layanan digital. Melalui sistem ini, administrator dapat memantau kehadiran guru secara real-time, mengelola akun pengguna, memverifikasi pengajuan izin, menyusun rekapitulasi kehadiran, serta mengelola data siswa. Di sisi lain, guru memperoleh kemudahan dalam melakukan presensi harian, mengajukan izin secara daring, mencatat kehadiran siswa, mengunggah materi dan tugas pembelajaran, melihat jadwal mengajar, hingga mengaktifkan kelas virtual ketika diperlukan.
Sistem ini dikembangkan menggunakan metode Research and Development dengan model Waterfall, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, hingga pengujian. Salah satu keunggulan utamanya adalah integrasi teknologi Global Positioning System (GPS) yang memvalidasi lokasi pengguna secara real-time, sehingga presensi hanya dapat dilakukan dalam radius maksimal 5 meter dari lingkungan sekolah. Hasil pengujian menggunakan metode Black Box Testing terhadap 127 skenario menunjukkan tingkat keberhasilan 100 persen. Dari sisi efisiensi, waktu presensi yang semula membutuhkan 2 hingga 3 menit per orang kini hanya kurang dari 10 detik, rekapitulasi data bulanan yang sebelumnya memakan waktu 2 hingga 3 hari kerja kini tersaji secara real-time, dan tingkat kesalahan pencatatan turun dari 10-15 persen menjadi di bawah 2 persen.
Tim pengabdian memberikan pelatihan penggunaan Website SIP kepada guru dan tenaga kependidikan MI Al-Ihsan Tebel, Sidoarjo, agar sistem dapat dioperasikan secara mandiri.
Tidak hanya memperkenalkan sistem, tim UNUSA juga menyelenggarakan sesi implementasi yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi. Dalam kegiatan tersebut, peserta mempraktikkan secara langsung penggunaan setiap fitur, mulai dari proses login, pengelolaan data, hingga pemanfaatan menu sesuai dengan peran masing-masing. Pendampingan dilakukan agar seluruh pengguna memiliki pemahaman yang sama sehingga Website SIP dapat langsung diterapkan dalam aktivitas sekolah. Kepala MI Al-Ihsan Tebel,
H. M. Fatkhur Rohman, S.Pd.I, turut hadir dan mengikuti langsung sesi tersebut, mengingat sekolah sebelumnya sempat mengandalkan mesin presensi berbasis sidik jari yang mengalami kerusakan sehingga memaksa madrasah kembali ke pencatatan manual.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Dike Bayu Magfira, S.T., M.MT, menyampaikan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya menghadirkan sebuah aplikasi, tetapi juga memastikan bahwa sistem tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penggunanya.
“Teknologi akan memberikan manfaat apabila mampu menjawab kebutuhan pengguna. Karena itu, Website SIP (Sistem Informasi Presensi) tidak hanya kami bangun sebagai aplikasi presensi, tetapi sebagai sistem yang membantu sekolah bekerja lebih efektif, terdokumentasi dengan baik, dan mudah diakses oleh seluruh pengguna,” ungkapnya.
Penandatanganan berita acara serah terima Website Sistem Informasi Presensi (SIP) menandai dimulainya pemanfaatan sistem di lingkungan MI Al-Ihsan Tebel, Sidoarjo.
Kegiatan ditutup dengan launching Website Sistem Informasi Presensi (SIP), penandatanganan berita acara serah terima antara tim pengabdian dan pihak madrasah, serta dokumentasi bersama sebagai simbol dimulainya penggunaan sistem secara resmi di lingkungan MI Al-Ihsan Tebel, Sidoarjo. Kehadiran Website SIP diharapkan mampu menjadi fondasi bagi sekolah dalam membangun tata kelola yang lebih modern, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pihak sekolah, Program Studi Sistem Informasi UNUSA terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Implementasi Website Sistem Informasi Presensi (SIP) menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung percepatan digitalisasi pendidikan di Indonesia.






