RADAR JATIM.CO ~ Di sebuah sudut Pasuruan, berdiri sebuah pondok yang tidak pernah dibangun dari ambisi dunia, melainkan dari rasa kasih, kepedulian, dan tekad yang begitu dalam: Pondok Autis Sunni Salafiyah Sunsal ND. Pondok ini menjadi rumah bagi anak-anak istimewa yang selama ini kesulitan mendapatkan pendidikan yang tepat, baik secara agama maupun terapi perkembangan.
Pondok ini bukan sekadar lembaga, tetapi cerminan perjuangan dua sosok: Habib Taufiq Assegaf, pendidik yang mengorbankan banyak hal demi dakwah danvSaffanatur Rizqiyyah, perempuan ahli pendidikan khusus yang menjadi cahaya dalam proses pembinaan santri.
Habib Taufiq Assegaf: Keteguhan Seorang Pendidik dalam Mengurus Amanah Istimewa.
Nama Habib Taufiq sudah lama dikenal sebagai pengajar, pembina, dan sosok yang dekat dengan masyarakat. Namun sedikit yang tahu bahwa beliau memikul beban berat dalam mendirikan dan menghidupkan layanan untuk anak-anak autis dan berkebutuhan khusus.
Setiap hari, beliau berhadapan dengan tantangan: Biaya operasional yang jauh dari cukup kebutuhan santri yang besar dan kompleks.
Minimnya dukungan finansial dari luar, meski begitu, Habib Taufiq tidak mundur.
Beliau memilih jalan yang tidak banyak ditempuh: menjadikan dakwah bukan hanya untuk orang-orang yang mudah memahami, tetapi justru untuk anak-anak yang paling membutuhkan sentuhan rahmat.
Dalam salah satu kesempatan, Habib Taufiq berkata: “Anak-anak ini tidak minta dilahirkan berbeda. Tugas kitalah yang memuliakan mereka. Ini bukan bisnis. Ini dakwah.”
Kata-kata itu menjadi napas bagi pondok. Dari keteguhan beliau, berdiri sebuah tempat yang kini menjadi harapan bagi banyak keluarga.
Saffanatur Rizqiyyah: Sang Ahli yang Menjawab Tantangan Besar dengan Ilmu dan Ketulusani JIka Habib Taufiq adalah pondasinya, maka Saffanatur Rizqiyyah, S.Pd., M.Pd., Gr. adalah sosok yang menghidupkan setiap ruang pondok dengan ilmu dan dedikasi.
Dengan latar pendidikan S1 dan S2 Pendidikan Luar Biasa, ditambah pengalaman lebih dari 14 tahun, beliau menjadi salah satu tenaga profesional langka yang benar-benar memahami dunia autisme secara akademis maupun praktis.
Beliau tidak hanya mengajar, tetapi:
1. Menganalisis kebutuhan tiap santri secara mendalam.
2. Menyusun program terapi dan pendidikan yang terukur.
3. Mendampingi santri dengan kesabaran yang luar biasa dalam menanamkan adab, ibadah, dan rutinitas Salafiyah.
Di tangan beliau, santri-santri yang dulu sulit berkonsentrasi kini mulai membaca, menghafal, mengikuti salat, bahkan menunjukkan perubahan perilaku yang tidak terbayangkan.
Salah satu prestasi paling menggetarkan adalah keberhasilan seorang santri autis, Umat Assegaf, yang mampu menghafal Al-Qur’an 30 juz. Sebuah mukjizat pendidikan yang lahir dari sinergi antara kesabaran Habib Taufiq, kepakaran Bu Saffa, dan keberkahan dari Allah.
Wali santri sering berkata: “Kalau bukan karena Bu Saffa, anak-anak kami tidak akan pernah sedisiplin dan setenang ini.
Sunsal ND: Bukti Bahwa Keikhlasan Lebih Kuat dari Segala Kekurangan
Dengan biaya yang sengaja dibuat sangat terjangkau, pondok ini jauh dari kata mewah. Namun dari kesederhanaan itulah muncul hasil yang tidak dapat dibeli dengan uang:
Anak-anak yang dulu tidak bisa duduk tenang kini bisa mengikuti pelajaran.
Santri yang tidak mampu berbicara kini mulai membentuk kata-kata.
Anak yang tidak mengenal huruf kini mulai membaca Al-Qur’an.
Santri autis hafal Al-Qur’an 30 juz—sebuah capaian hampir mustahil di mata dunia pendidikan umum.
Semua ini terjadi karena sebuah kolaborasi yang indah: keteguhan seorang habib dan kecerdasan seorang pendidik perempuan.
Sebagai Penutup
Pondok Autis Sunni Salafiyah Sunsal ND bukan sekadar lembaga pendidikan. Ia adalah jejak perjuangan, tempat lahirnya harapan, dan bukti bahwa kasih sayang, ilmu, dan dakwah ketika bersatu dapat melahirkan keajaiban yang nyata.
Di bawah kepemimpinan Habib Taufiq Assegaf dan profesionalisme Saffanatur Rizqiyyah, pondok ini terus tumbuh menjadi salah satu pusat pendidikan autis berbasis salafiyah terbaik di Pasuruan—biaya terjangkau, hasil yang terbukti, dan pelayanan yang sangat manusiawi.
(R.A.A)






