GRESIK || RADARJATIM.CO ~ Sepandai-pandai menyembunyikan luka yang teramat perih, akhirnya terkuak juga. Beginilah nasib na’as yang menimpa anak murid kelas XII-5 SMAN 1 Sangkapura tahun ajaran 2025-2026. Begitu dimintai keterangan, gadis asal Dusun Teguh, Desa Gunung Teguh menuturkan dengan wajah menyimpan trauma dan kepedihan yang mendalam.
Sebut saja Airin nama penggilan keseharian mengalami kejadian di luar dugaannya saat hendak pergi ke pasar bersama ibunya dalam goncengan sepeda motornya. Tak ada firasat yang dialaminya sejak ke luar pintu rumahnya untuk membeli kosmetik “hand body” pada waktu sore itu di kawasan pasar Sangkapura.
Sepulang dari sekolah, sekitar pukul 16:00 WIB, Airin berkendara dari arah Dusun Teguh bersama ibunya melintas di sepanjang jalan berpaving tepi barat sungai antara Dusun Kebundaya dan Dusun Dayabata Desa Sawahmulya Kecamatan Sangkapura. Sepeda motor Airin melaju sedikit kencang karena suasana jalan saat itu lengang dan sepi dari pengendara lainnya.
Tanpa disadari sehelai benang “gelasan” berwarna hijau membentang dari tepian sungai Dusun Kebundaya dan Dusun Dayabata setinggi duduknya orang berkendara. Sama sekali benang tersebut tak terlihat olehnya. Airin ter-“gisil” atau tersayat dengan beberapa luka menganga bergaris-garis memanjang pipi kanannya hingga menggores pada bagian atas alis matanya sebelah kanan. Ibunda Airin juga terikena “gisil-an” atau sayatan benang layangan tersebut. Namun, luka goresannya tak separah yang dialami oleh Airin. Berkat hijab yang melilit di leher dan separuh wajahnya.
Dugaan sementara, benang layangan ber-“gelasan” itu putus dari arah Dusun Kebundaya sesuai arah angin yang bergerak pada musim angin timur ini. Sementara layang-layang aduan itu nyangkut di rumah warga Dusun Dayabata yang tak jauh dari tepi sungai yang membelah kedua dusun tersebut. Sungai tersebut melintang dari arah utara ke arah selatan.
Tragedi ini menjadi peringatan bagi warga setempat agar tidak bermain layang-layang aduan sembarangan yang benangnya dapat membahayakan orang lain. Putusnya kabel optik milik salah satu seluler yang masuk ke rumah-rumah pelanggan pun umumnya disebabkan oleh benang layangan aduan. Masih banyak mudarat dari benang layangan itu. Bahkan, pernah ada kejadian warga meninggal akibat lehernya tersayat hingga urat nadi korban terputus akibat benang laknat tersebut.
Gadis pemilik nama lengkap Nur Fajrin Utami ini merasa trauma berat setelah pipinya penuh luka goresan. Walau peristiwa naas ini menimpanya hampir sepekan lamanya pada hari Senin, 28 Juli 2025 sakitnya masih terasa dan membekas perihnya hingga berita ini ditayangkan. Perasaannya pun turut tersayat karena membutuhkan obat dan preparat untuk mengembalikan pada keadaan seperti semula. Termasuk membutuhkan waktu yang relatif lama untuk pemulihan.
(Sugri)






