Sekolah di Era Bising: Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2026

Oleh: Prof. Dr. Wiryanto, M.Si. Guru Besar Pendidikan Matematika SD

RADARJATIM.CO ~ Setiap tanggal 2 Mei, kita kembali menyebut nama Ki Hajar Dewantara. Kita kutip Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Kita pasang spanduk, gelar upacara, dan unggah foto seragam batik ke media sosial. Lalu setelahnya? Kita kembali ke rutinitas yang, jujur saja, belum banyak berubah dari tahun ke tahun.

Tahun 2026 ini terasa berbeda. Bukan karena ada perayaan yang lebih meriah. Tapi karena dunia pendidikan sedang benar-benar bising, penuh dengan perubahan yang datang bertubi-tubi, dan anak-anak sekolah dasar kita ada tepat di pusatnya.

Anak 9 Tahun yang Lebih Kenal ChatGPT daripada Perpustakaan

Saya mengajar calon guru selama lebih dari tiga dekade; Tapi beberapa bulan lalu, ada momen kecil yang membuat saya berhenti sejenak. Seorang mahasiswa PPL bercerita bahwa murid kelas 4 SD binaannya meminta izin “nanya ke AI dulu” sebelum menjawab pertanyaan guru.

Itu bukan cerita tentang kecurangan, itu cerita tentang realitas.

Penetrasi internet pada anak usia 6-12 tahun di Indonesia kini telah menembus angka 62 persen, dengan rerata penggunaan perangkat pintar mencapai lebih dari empat jam per hari. Di kota-kota besar, lebih dari sepertiga siswa SD sudah pernah menggunakan kecerdasan buatan seperti ChatGPT atau Gemini untuk keperluan belajar, meski tanpa arahan yang memadai dari guru maupun orang tua.

Angka itu bukan alarm. Angka itu adalah kenyataan yang harus kita hadapi dengan kepala dingin, bukan kepala yang penuh kepanikan.

Kurikulum Merdeka: Janji Besar yang Masih Berjuang di Lapangan

Kurikulum Merdeka digulirkan dengan semangat yang sesungguhnya mulia: memberi ruang bagi guru untuk mengajar sesuai konteks, memberi kebebasan bagi siswa untuk belajar sesuai kecepatan dan potensinya masing-masing. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dirancang agar anak tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga berkarakter kuat.

Tapi di lapangan, ceritanya tidak selalu semulus presentasi kebijakan.

Lebih dari separuh guru SD di daerah 3T, yakni daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, mengaku belum memahami sepenuhnya konsep pembelajaran berdiferensiasi yang menjadi ruh dari kurikulum ini. Hambatannya bukan soal kemauan. Hambatannya bersifat struktural: pelatihan yang terbatas, modul ajar yang belum kontekstual dengan kondisi lokal, dan beban administrasi yang paradoks justru semakin berat dari tahun ke tahun.

Baca Juga :  PKPOT Rayakan Ulang Tahun ke-17 dengan Kunjungan Pejabat Kerajaan Negeri Kedah Malaysia

Lalu bagaimana anak-anak belajar, kalau gurunya sendiri belum sepenuhnya siap?

Ini bukan salah guru. Guru kita adalah pahlawan yang sering kali diminta berlari sebelum tahu ke mana arah larinya.

PISA 2025 dan Pertanyaan yang Tidak Menyenangkan

Akhir tahun 2025, hasil PISA 2025 dirilis ke publik. Indonesia mencatat skor rata-rata literasi membaca 379, matematika 366, dan sains 383. Ada kenaikan kecil dibanding siklus sebelumnya, dan itu patut diapresiasi. Tapi rata-rata negara-negara OECD masih berada jauh di angka 470-an untuk ketiga bidang tersebut.

Artinya apa? Anak-anak yang duduk di bangku SD kita hari ini, ketika mereka menyelesaikan pendidikan dasarnya, masih menghadapi kesenjangan kompetensi yang nyata dibanding anak-anak di banyak negara berkembang lain yang sudah lebih dulu berbenah.

Ini bukan soal kecerdasan anak Indonesia. Anak-anak kita cerdas. Ini soal sistem yang belum sepenuhnya hadir untuk mereka secara merata.

Kajian lintas negara berkembang menunjukkan secara konsisten bahwa faktor terbesar yang memengaruhi capaian literasi siswa SD bukanlah kecerdasan bawaan, melainkan kualitas interaksi pembelajaran di kelas, ketersediaan bahan bacaan yang relevan, dan kompetensi pedagogis guru. Tiga hal itu saja, semuanya bisa diperbaiki; Semuanya membutuhkan komitmen, bukan sekadar anggaran yang besar.

Guru: Profesi yang Dicintai tapi Kurang Dirawat

Di setiap peringatan hari pendidikan, kita selalu memuji guru. Itu benar dan memang layak; Tapi pujian tanpa pembenahan, lama-lama hanya menjadi retorika kosong yang melelahkan.

Rerata gaji guru honorer di SD swasta non-unggulan masih berkisar antara lima ratus ribu hingga satu juta dua ratus ribu rupiah per bulan. Di saat yang sama, tuntutan terhadap guru terus bertambah dari tahun ke tahun: harus melek digital, harus memahami literasi AI, harus membuat konten pembelajaran yang menarik dan interaktif, harus mengisi berbagai platform pelaporan, harus menyusun rapor berbasis kompetensi yang detailnya bisa memakan waktu berhari-hari.

Baca Juga :  Warga Desa Pengalangan Nekat Gelar Hajatan Saat PPKM Darurat, Kades tutup mata

Ironi itu bukan cerita baru. Tapi ironi yang terus-menerus tidak dibenahi akan menjadi luka sistemik yang dalam.

Tingkat kelelahan guru SD di Indonesia tercatat mengalami peningkatan signifikan pasca-pandemi. Faktor utamanya bukan soal mengajar itu sendiri, melainkan tekanan administratif yang menggunung, ketidakpastian kebijakan yang silih berganti, dan minimnya dukungan pengembangan profesional yang berkelanjutan. Guru yang kelelahan tidak bisa mengajar dengan optimal. Sesederhana itu, tapi sering kali luput dari diskusi kebijakan pendidikan yang serius.

Satu Hal yang Benar-benar Berubah: Cara Anak Belajar

Di antara semua bising itu, ada satu hal yang secara nyata sedang bergeser, yaitu cara anak-anak belajar.

Generasi yang duduk di bangku SD sekarang adalah generasi yang lahir di era pasca-pandemi atau melewati pandemi di usia sangat dini. Otak mereka berkembang dengan ritme stimulus yang berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka terbiasa dengan informasi yang cepat, visual, dan interaktif. Model ceramah satu arah selama 2x 35 menit bukan hanya membosankan bagi mereka, tapi secara neurologis memang tidak sesuai dengan pola pemrosesan informasi yang sudah terbentuk dalam diri mereka.

Penelitian di berbagai negara memperlihatkan bahwa siswa yang belajar melalui model/pendekatan berbasis masalah dan inkuiri menunjukkan retensi pengetahuan yang jauh lebih tinggi dibanding siswa yang belajar secara konvensional, terlepas dari latar belakang sosial ekonomi mereka. Artinya, model mengajar jauh lebih krusial dari yang selama ini kita bayangkan.

Anak-anak kita tidak butuh lebih banyak hafalan. Mereka butuh lebih banyak pertanyaan yang membuat mereka berpikir.

Pesan dari Ruang Kelas yang Sesungguhnya

Beberapa waktu lalu saya mengunjungi sebuah SD negeri di pinggiran kota Surabaya. Tidak ada LCD proyektor, tidak ada laboratorium komputer, koneksi internet pun tidak stabil. Tapi ada seorang guru muda yang membuat anak-anak kelas 3 berdebat dengan seru tentang mengapa air sungai di depan sekolah mereka berubah warna setelah hujan deras; Kelas itu hidup; Anak-anak itu bersinar.

Baca Juga :  Ejek Penjual Es Teh Dan Viral,Miftah Maulana Buat Video Permintaan Maaf

Itulah pendidikan yang sesungguhnya: bukan soal fasilitas, bukan soal kurikulum setebal buku telepon, bukan soal skor di lembar penilaian. Pendidikan adalah tentang seorang dewasa yang hadir sepenuhnya, yang percaya bahwa anak di depannya adalah pemikir masa depan, dan yang cukup kreatif untuk menyalakan api rasa ingin tahu itu bahkan di tengah keterbatasan.

Ki Hajar Dewantara tidak punya smartboard, tapi murid-muridnya belajar menjadi manusia yang merdeka.

Yang Mendesak, Bukan Hanya yang Penting

Berdasarkan kacamata ilmu pendidikan dasar, ada tiga hal yang perlu segera dibenahi secara nyata, bukan hanya di atas kertas kebijakan.

Guru harus menjadi prioritas investasi yang sungguh-sungguh, bukan sekadar subyek pelatihan kilat dua hari lalu selesai. Pengembangan profesional guru perlu bersifat berkelanjutan, kontekstual dengan kondisi sekolahnya, dan diiringi peningkatan kesejahteraan yang nyata terasa di dompet mereka setiap bulan.

Literasi digital di sekolah dasar harus diajarkan secara kritis, bukan sekadar operasional. Anak perlu tahu bukan hanya cara memakai teknologi, tapi cara berpikir jernih terhadap informasi yang mereka terima dari teknologi itu. Ini jauh lebih penting dari sekadar bisa mengoperasikan aplikasi.

Asesmen nasional harus benar-benar menjadi alat perbaikan, bukan alat tekanan. Data yang dikumpulkan setiap tahun seharusnya berujung pada intervensi konkret di sekolah-sekolah yang paling membutuhkan, bukan hanya menjadi angka cantik di laporan tahunan yang tidak dibaca siapa pun.

Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar ulang tahun seorang tokoh besar. Ini adalah momen untuk semua pemangku kepentingan pendidikan, dari pejabat kementerian hingga orang tua di rumah, untuk jujur tentang jarak antara cita-cita dan kenyataan. Karena hanya dengan kejujuran itu, kita bisa bergerak ke depan dengan langkah yang benar.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026. Semoga tahun ini, lebih banyak anak Indonesia yang benar-benar merdeka belajar.

https://3.33.146.175/id/ https://117.18.0.23/ https://117.18.0.16/ https://117.18.0.24/ https://chinesemedicinenews.com/ https://revistaenigmas.com/ https://topweddinglists.com/ https://ayahqq.com https://ayahqq.it.com https://klik66.com https://klik66.it.com https://radiofarmacia.org https://atendamais.org https://thedramaparadise.com/ https://villamadridbrownsville.com/ https://gamesvega.com/ https://bhpi.org/ https://globelegislators.org https://controlesocial.cg.df.gov.br/ https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/ https://www.aux.com.sg/ https://global-edu.uz/ https://chessellpotterycafe.co.uk/menu http://ipcr.gov.ng/ https://globelegislators.org/about-us/ https://globelegislators.org/biodiversity/ Slot Thailand Slot Gacor https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/ Slot Gacor Thailand https://id.pandamgadang.com/ https://cheersport.at/about-us/ https://www.sna.org.ar https://tourism.perlis.gov.my/ https://ppg.fkip.unisri.ac.id/ https://feednplay.dei.uc.pt/ https://fkip.unisri.ac.id/ https://fh.unisri.ac.id/ https://map.fisip.unisri.ac.id/ https://inspira.dei.uc.pt/ https://an.fisip.unisri.ac.id/ https://fisip.unisri.ac.id/ https://hi.fisip.unisri.ac.id/ https://ebooks.uinsyahada.ac.id/ https://cultura.userena.cl/ https://middlepassage.dei.uc.pt/ https://discurso.userena.cl/ https://ictess.unisri.ac.id/ https://aku.ac.id slot gacor slot gacor pkv games https://pioneer.schooloftomorrow.ph/ mpo slot https://stem-md.swu.bg/ mpo https://cheersport.at/doc/pkv-games/ https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/ https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/ https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/ https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/ https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/ https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/ https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/ https://uniestate.com/pkv-games/ https://uniestate.com/bandarqq/ https://uniestate.com/qiuqiu/ https://pojoktim.com/public/pkv-games/ https://pojoktim.com/public/bandarqq/ https://pojoktim.com/public/dominoqq/ https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/ https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/ https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/ https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/ https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/ https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/ https://graceconference.com/public/pkv-games/ https://graceconference.com/public/bandarqq/ https://graceconference.com/public/dominoqq/ https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/ https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/ https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/ https://pksoganilir.com/pkv-games/ https://pksoganilir.com/bandarqq/ https://pksoganilir.com/dominoqq/ https://bhor.gov.pg/pkv-games/ https://bhor.gov.pg/bandarqq/ https://bhor.gov.pg/dominoqq/ https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/ https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/ https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/ https://legacy.wespa.org/pkv-games/ https://legacy.wespa.org/bandarqq/ https://legacy.wespa.org/dominoqq/ https://ac-group.hr/chip/pkv-games/ https://ac-group.hr/chip/bandarqq/ https://ac-group.hr/chip/dominoqq/ https://aenfis.com/cloud/pkvgames/ https://aenfis.com/cloud/bandarqq/ https://aenfis.com/cloud/dominoqq/