Surabaya,Radarjatim.co- Pembelajaran tatap muka (PTM) serentak di Kota Surqbaya dimulai Senin (10/1/2022). Baik jenjang PAUD, SD, SMP, maupun SMA. Pelaksanaan PTM terpantau berjalan lancar.
Di SDN Klakahrejo I/578, misalnya. Mereka menerapkan skrining sebelum siswa masuk. Satpam di luar sekolah melakukan pemeriksaan suhu.
“Selain Protokol kesehatan (Prokes) ketat, kami sudah memvaksin 635 siswa. Maka, sudah mantap melaksanakan PTM,” ungkap Kepala Sekolah SDN Klakahrejo I/578 Dea. Trini Mudjiani, Senin (10/1/2022).
Dia juga menyebut sudah memberikan sosialisasi kepada orang tua maupun siswa terkait PTM. “Kami juga sudah uji coba. Sehingga saat diperkenankan PTM seperti sekarang, kami sudah sangat siap,” katanya.
Pengaturan tempat duduk maupun meja pun sudah disesuaikan Prokes. Bahkan, meja siswa dilengkapi penutup sehingga melindungi satu siswa ke siswa lain. Terkait kuota 50 persen, pihaknya tidak membagi 50 persen dari total siswa. Namun, membagi 50 persen dari kuota kelas.
“Siswa di sini ada 635, kami tidak bagi dengan memasukkan 318 siswa,” jelasnya. Namun, membaginya per kelas. Misalnya, Hari ini yang masuk adalah siswa keIas 1 sampai kelas 6, rombongan belajar (rombel). Maka, satu kelas itu yang diminta masuk 50 persen. Jika biasanya satu rombel berisi 30 siswa, hari ini rata-rata 15 siswa. Dengan begitu, guru lebih mudah mengajarnya.
Semua siswa mulai kelas 1 sampai kelas 6 mendapatkan hak yang sama untuk ikut PTM. Hari setelahnya, digilir siswa kelas lain. Jam istirahat juga ditiadakan. Kantin tutup.
“Siswa boleh membawa minuman, tapi tidak boleh membawa makanan,” katanya. Saat pulang, satpam meminta siswa tidak berkerumun di depan. Langsung pulang ke rumah.
“Kami sangat ketat karena anak-anak sudah rindu PTM. Jadi, harus jaga kesehatan betul-betul agar pelaksanaan PTM lancar,” tuturnya.
Selain mewanti-wanti kepala sekolah agar taat prokes, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Surabaya meminta para pengawas untuk memantau pelaksanaan PTM.
“Kedepannya kami evaluasi terus-menerus. Yang jelas, semuanya harus taat prokes,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Pendidikan Ir. Yusuf Masruh, MM
Dia juga meminta para orang tua turut menjaga prokes. Orang tua harus mengingatkan anak mereka agar taat prokes. “Meskipun PTM sudah dimulai, guru juga harus tetap mengoptimalkan pembelajaran yang daring. Sebab, sekarang masih perpaduan antara daring dan luring,”pungkasnya. (Red)






