Gresik || radarjatim.co~Gegara laporan pertama pada 29 Desember 2022, sudah ditutup oleh sistem, warga Gresik kembali melaporkan Terkait dampak dari pembangunan gedung perpustakaan dan arsip Kabupaten Gresik.
Pelapor yang merupakan warga sekitar gedung kantor Dinas tersebut kembali melaporkan pihak Dinas maupun Kontraktor pelaksana proyek.
“dengan laporan terbaru ini, saya sampaikan kelanjutan dari laporan sebelunya dimana pihak perpus meminta saya untuk datang langsung ke kantor menemui bp. solikin, pada jam dan hari kerja,” tulisnya dalam pengaduan.
“adapun keluhan tambahan yang saya sampaikan ke bapak solikin adalah saat hujan deras, di dinding rumah saya yang berhimpitan dengan tanah kosong perpus, terdapat rembesan air, sehingga beberapa kamar di rumah saya banjir. saya sampaikan bhw dataran tanah perpus lebih tinggi, sedangkan voume air hujan yang deres dan tidak ada saluran air . sehingga air mengalir dari dataran tinggi ke rendah ( rumah saya). untuk point 4 ini saya dijanjikan akan diaturkan akhir tahun untuk membenahi tanah kosong tsb.” tambahnya.
Pengadu juga menyampaikan jika efek yang sampai saat ini masih ada adalah masih ada kerikil dan tumpahan cat dari pembagunan yang tersisa di genteng, ada genteng yang diganti oleh kontraktor perpus, tetapi panjang genteng tidak sesuai, beberapa genteng retak yang terlihat saat ini.
Pada tanggal 6 Mei, 19:35, Wenny Puji Astutik Suchaemi Susah dihubungi.. Tolong pihak perpus suruh kontraktor yang hubungi kita, Saya tidak mau tahu itu tanggungjawabnya dan urusan perpus salah sendiri pembangunan sudah selesai tp tidak ada pemberitahuan dan pengertiannya .
DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN GRESIK
Dalam jawabannya di laman tersebut mengarahkan pihak pengadu agar langsung menghubungi pihak kontraktor,
“kami sampaikan CV dan penanggung jawab perihal kerusakan pada kediaman ibu pada saat pengerjaan pembangunan tahun 2021 Nama CV : CV MAWAR PUTIH
Nama Penanggung Jawab : Febrian Martha Andriani (Direktur)
Nomor HP : 081 233 670 xxx,” tulis jawaban dari Dinas.
Pengadupun menyampaikan jika pihak kontraktor tidak bisa dihubungi.
“Sungguh keterlaluan. Kita cuma dikasih janji kalo semua pembangunan finish semua. Ternyata NIHIL kontraktornya pun kabur, Saya sudah capek. Mestinya pihak CV hubungi kita kalau ada niat baik. Atau kalau tidak mau namanya tercoreng,” pungkasnya.






