MADIUN || Radarjat.co ~™Bertempat di kantor Balai penyuluhan Pertanian yang berlokasi di Desa Kuwiran, kec Kare Bapak Agung Setiyonugroho sebagai koordinator penyuluh pertanian wilayah kec Kare menyampaikan arahan strategis terkait tata kelola pupuk bersubsidi tahun anggaran 2026.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (14/01/2026) tersebut, beliau menekankan pentingnya pemahaman kolektif petani mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta mekanisme penebusan yang akuntabel.
Sebagai bentuk transparansi publik, Bapak Agung Setiyonugroho merinci ketetapan resmi pemerintah mengenai HET pupuk bersubsidi tahun 2026 sebagai berikut:
1)Pupuk Ponskha: Rp92.000 per kantong (50kg)
2)Pupuk Urea: Rp90.000 per kantong (50kg)
3)Pupuk NPK Kakao: Rp132.000 per kantong (50kg)
4)Pupuk Organik: Rp25.600 per kantong (40kg)
Harga tersebut merupakan regulasi mutlak dari pemerintah pusat yang wajib dipatuhi oleh seluruh pemegang izin kios resmi pupuk bersubsidi.
Terkait mekanisme penyaluran, beliau memaparkan dua jalur pengambilan yang dapat ditempuh oleh para petani. PERTAMA, anggota kelompok tani dapat melakukan penebusan secara mandiri langsung di kios resmi. KEDUA, melalui konsensus atau musyawarah mufakat, kelompok tani dapat memberikan kuasa kepada ketua atau pengurus kelompok untuk melakukan pengambilan secara kolektif.
“Mekanisme kolektif memang berimplikasi pada adanya biaya tambahan di luar HET, seperti biaya transportasi, upah tenaga angkut, dan administrasi pemberkasan. Namun, hal ini harus didasari kesepakatan bersama demi kemudahan akses agar pupuk sampai lebih dekat ke kediaman petani,” jelas Bapak Agung Setiyonugroho.
Langkah transparansi ini diambil guna meminimalisir praktik non-prosedural yang kerap dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Beliau juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjalankan fungsi kontrol sosial. Jika ditemukan penyimpangan di lapangan, masyarakat diimbau segera melapor ke dinas terkait agar dapat dilakukan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.
Menutup arahannya, Bapak Agung Setiyonugroho menegaskan bahwa pertanian adalah pilar utama ekonomi nasional dan fondasi ketahanan pangan. Dukungan terhadap petani milenial kini menjadi prioritas utama pemerintah demi mewujudkan regenerasi pertanian yang modern dan berkelanjutan.
(Edi/ka biro)






