Gresik { radarjatim.co ~ Kegiatan Sosialisasi dilaksanakan di Pendopo Desa Sawah Mulya Kecamatan Sangkapura, dengan dihadiri oleh perwakilan Camat Sangkapura, Kepala Desa Sawah Mulya, Siswa Siswi dari SDN 1 Sawah Mulya, SMPN 1 Sangkapura, SMP Umar Mas’ud SMAN 1 Sangkapura, SMA Umar Mas’ud dan STAIHA yang digelar oleh Bank Indonesia Provinsi Jatim.
Bank Indonesia (BI) melaui perwakilan BI Propinsi Jawa Timur, Joni Istiadi,menjelaskan bahwa untuk membiasakan antara uang palsu dengan uang asli cukup dengan menggunakan 3D (Dilihat, Dirabah, Diterawang)
Dilihat dari warnanya, tali ditengahnya uang, dan ada disudut kanan atas terdapat gambar pelangi.
Dirabah ada beberapa sudut ketika dipegang akan terlihat angka, wajah pahlawan, lambang garuda, dan juga kode Uang itu sendiri.
Diterawang, terdapat gambar pahlawan ketika kita terawang, dan ada gambar logo BI yang terpotong tengahnya ketika tidak diterawang, ketika diterawang maka gambar Logo BI tersebut akan tersambung, tegas Joni Istiadi.
Joni Istiadi kemudian memberikan kesempatan tanya jawab seputar Rupiah terhadap siswa atau pelajar, serta membahas tentang masalah merawat dan menggunakan Rupiah dengan baik dan benar.
Ditambahkan, bahwa sosialisasi hari ini dilakukan untuk memulihkan perekonomian di Pulau Bawean dimasa pandemi Covid-19 serta ingin memberdayakan produk olahan yang ada di Bawean.
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Jatim dalam acara sosialisasi memberikan Souvernir untuk siswa yang hadir berupa Tas sekolah, Flashdisk, dan Uang Rp.75 Ribuan keluaran terbaru dari BI dan memberikan Miniatur Gedung BI untuk Camat Sangkapura yang di wakilkan oleh Kasi Trantibum ( Hazin ).
Sementara Kasi Trantibum Kecamatan Sangkapura , Hazin menyambut baik dan berterima kasih sekali dengan adanya kegiatan seperti ini terhadap Siswa dan Pelajar yang ada di Pulau Bawean, khususnya di kecamatan Sangkapura untuk bisa mencintai dan bisa melakukan transaksi dengan cintai Rupiah, tegasnya, Rabu ( 23/9/2021 )
Sufairi ~ Rjned






