Dampak Padi Mengering dan Mati, Petani Merugi Hingga Ratusan Juta Rupiah di Lamongan

Lamongan  | radarjatim.co. ~ Dampak musim kemarau yang datang lebih awal petani Dusun Dermo desa Dermo Lemahbang ini merugi hingga ratusan juta rupiah.

Kemarau yang datang lebih awal mulai dirasakan para petani di kecamatan Sarirejo Kabupaten Lamongan dan sekitarnya. Sabtu (22/06/2024)

Musim kemarau yang datang lebih awal membuat para petani di dusun Dermo desa dermo lemahbang kecamatan Sarirejo kabupaten lamongan ini kesulitan untuk mengairi persawahan mereka akibat musim kemarau yang datang lebih awal.

Setidaknya ada ratusan hektar lahan sawah Di dusun Dermo ini yang dipastikan gagal panen pada musim tanam kedua tahun ini.

Baca Juga :  Disinyalir Kadisdik Sidoarjo, Rekomendasikan ke Beberapa Anggota DPRD Terkait Zonasi Pendidikan

Kondisi Waduk di dusun dermo sudah mengering dua bulan yang lalu dan para petani selebihnya hanya mengandal kan air dari cura hujan saja.

Praktis, mengeringnya waduk berdampak pada lahan pertanian yang biasanya kebutuhan airnya mengandalkan air waduk tidak mereka dapatkan.

Dampak waduk yang mengering membuat tanaman padi milik petani yang sudah berumur tiga bulan menjadi kering dan mati.

Salah seorang petani yang sempat di wawancarai awak media radar Jatim.co mengatakan kekeringan di sawah miliknya sudah lama akibat tidak ada hujan sejak 2 bulan yang lalu. Dampaknya tanaman padi yang sudah berumur 3 bulan mulai mengering dan menguning akibat tidak mendapatkan pasokan air.

Baca Juga :  SPBU KOMPAK Jenis Pertalite Genjot Langit Biru di Pulau Bawean

“Ya beginilah keadaanya kami harus menerima ini karena hujan sudah lama sekali tidak turun, padi saya sudah mulai menguning dan mati karena tidak ada hujan. Sementara posisi sawah saya jauh dari irigasi,” ujar bapak haji sumaji.

Bapak haji sumaji menambahkan, saat ini mereka hanya berberharap hujan akan segera turun, dan bisa menanam komoditas lain seperti jagung dan semangka yang tidak terlalu banyak membutuhkan pasokan air seperti padi.

Baca Juga :  Oknum Perangkat Desa Pranti Terkesan Angkuh, Saat Dikonfirmasi Wartawan Melempar Beras Bulog

Bapak haji sumaji dan petani setempat juga berharap pemerintah terkait untuk menurunkan harga pupuk yang saat ini harganya semakin naik .kerugian kami bisa puluhan juta rupiah di saat gagal panen ini .

semoga aspirasi kami bisa didengar oleh pemerintah .kami mengharapkan harga pupuk dan pestisida bisa murah sehingga terjangkau dengan kami para petani kecil. “pungkas haji sumaji sambil tersenyum letih

(WANTO)