Camat Sangkapura, M. Syamsul Arifin, S. Sos,MM., Saat meresmikan TPS3R Teguh Asri Desa Gunung Teguh menandai dengan memukul Gong ( foto/Fairi-rj)
Gresik {radarjatim.co ~ Pemerintah Desa Gunung Teguh Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik Jawa Timur dalam mengatasi masalah sampah yang menjadi masalah prioritas oleh Pemerintah Kabupaten Gresik, khususnya di pulau Bawean dengan upaya membangun Tempat Pengolahan Sampah (TPS) dengan cara Reduce, Reuse, Recycle (3R).
TPS 3R adalah merupakan sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan sebagai pengayak kompos yang lebih efektif dan efisien.
Kegiatan Acara Peresmian TPS 3R Desa Gunung Teguh Kecamatan Sangkapura dilaksanakan pada Pukul 08.30 WIB yang dihadiri oleh Forkopimcam Sangkapura, Kepala Desa Patarselamat, Perangkat Desa beserta RT, RW, Ketua BPD, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Ibu PKK, LKMD serta Pengurus Bumdes Teguh Karya dan Karang Taruna, pagi hari Senin (21/2/2022)
Kepala Desa, Gunung Teguh, Abdul Haris dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat desa selaku panitia pelaksana kegiatan, yang sudah mempersiapkan terlaksananya kegiatan acara peresmian TPS3R kurang dari 1 Minggu sampai dengan selesai. Dimana peresmian ini bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).
Foto : Saat di Akhir peresmian TPS 3R Teguh Asri BUMDES Teguh Karya memberikan santunan terhadap anak yatim
“Berbicara tentang sampah nenek moyang kita pada zaman dahulu mengenal lewat” Rebbe” dalam bahasa Bawean, dimana sampah tersebut yang berada di halaman rumah, sampah yang berada di kebun maupun di hutan sebelum mengenal sampah organik, anorganik atau sampah plastik. Wajar saja jika zaman dulu kakek nenek moyang kita secara otomatis menjadi manusia – manusia yang umurnya panjang, alami terkontaminasi sesuai Rebbe (sampah) yang ada”, cetusnya Kades.
Abdul Haris berharap dengan adanya Gedung TPS3R ini bisa menjadi salah satu bagian yang bukan menghabiskan sampah, tetapi perlahan – lahan bisa mengurangi permasalahan sampah di Desanya.
Mannan, selaku ketua BUMDES Teguh Karya menjelaskan terkait kepengurusan BUMDES sebagai berikut: Sekretaris Devita Sitti Sahara, Bendahara Rabiatul Jalala sekaligus menjabat sebagai ketua unit Bank sampah dengan karyawan Mahalli, Nur Halizah, M. Taufik dan ketua unit toko pertanian dijabat oleh Abdul Ghafur sekaligus menjadi karyawan Bank sampah, ungkapnya.
“BUMDES Teguh Karya didirikan sekitar tahun 2017 dan sekitar bulan Desember 2020, Mannan baru menjabat sebagai ketua, dimana usaha yang dikelola berbagai bidang yakni di bidang tokoh pertanian, warung kopi, penggemukan sapi limousin dan Bank sampah”.
“Untuk Bank sampah itu sendiri langkah awal akan dilakukan sosialisasi ke setiap dusun – dusun yang berada di Desa Gunung Teguh yakni 9 dusun, dan tidak hanya cukup berhenti disitu saja yang akan dilakukan untuk memaksimalkan fungsi adanya gedung TPS3R, akan dikembangkan terkait pengolahan sampah yang menghasilkan pupuk organik pembudidayaan maggot”.
Mannan, menambahkan selama dirinya menjabat di tahun 2021 sudah memberikan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp.21.678.000, untuk Pendapatan Desa sebesar 20% dan santunan anak yatim 5% serta penambahan modal 30%, cetusnya Mannan, Senin (21/2/2022)
Fairi ~ Rj






