Berkas Perkara Kiai Cabuli Santriwati di Pulau Bawean Gresik Sudah Dinyatakan Lengkap (P21)

Dok, Foto: Tersangka Oknum Kiai (Nashiruddin) Cabuli Santriwati di Pulau Bawean kabupaten Gresik sudah dinyatakan lengkap (P21)

 

Gresik | RADARJATIM.CO ~ Perkara dugaan pencabulan yang menyeret oknum Kiai Nashiruddin (NS,), sosok pengasuh dan pimpinan Ponpes Tahfidh Hidayatul Qu’ran As-Syafi’i, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean sudah memasuki tahapan P21 (lengkap).

Dari informasi yang dihimpun, Polres Gresik sudah melengkapi dan menyerahkan berkas tahap II ke Kejaksaan Negeri Gresik.

Saat dikonfirmasi Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan membenarkan jika perkara NS Kiai yang diduga mencabuli santriwatinya sudah dinyatakan Lengkap (P21).

Baca Juga :  Polda Jatim Berhasil Ungkap Peretas Website Milik Pemrov Jatim, Dua Tersangka Diamankan

“Setelah sebelumnya, masih ada berkas yang mesti dilengkapi. Sekarang berkas sudah lengkap atau P21,” ungkapnya, Jum’at (19/4/2024).

Dengan demikian, NS yang sudah ditetapkan tersangka ini, sudah dipindah dari Rutan Mapolres Gresik ke Rutan Banjarsari Kecamatan Cerme Gresik.

Sebelumnya, masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Anak dan Perempuan Bawean (MAPAN), meminta agar kasus segera digelar persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Sementara itu, Ketua Mapan Muhammad Salim, mendesak agar kasus yang meresahkan masyarakat itu, segera dilimpahkan Pengadilan negeri Gresik.

Baca Juga :  Cafe dan Warung di Sidoarjo Cuek dengan Aturan PPKM Mikro

“Kami dari Mapan akan terus mengawal hingga korban mendapatkan keadilan. Karena jika berhenti di tengah jalan, maka kasus tersebut akan merusak Pulau Bawean,” harapnya.

Diakuinya, dalam mengawal kasus ini, pihaknya menegaskan tidak ada tendensi apapun. Bahwa pengawalan kasus ini, murni edukasi untuk masyarakat khususnya anak-anak terkait pencerahan hukum.

“Kita yakin keadilan akan berpihak kepada kebenaran. Mari jaga anak-anak kita, karena itu aset generasi ke depan,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), juga turut mengawal agar mendapatkan kepastian hukum. Khususnya kepada korban yang mencari keadilan dalam perkara ini.

Baca Juga :  Satpol PP Gresik Awasi Hotel Aston Inn, Disinyalir Menjadi Sarang PSK Online

“Kami harapkan sudah dilakukan di persidangan, dan Hakim memberikan kepastian hukum,” harapnya.

Sementara itu, salah satu pendidik di Bawean Sugriyanto pun berharap, dari kejadian tersebut bisa belajar bahwa para anak wajib dijamin kemananan dan perlindungan di Pondok maupun di lembaga pendidikan lainnya.

“Saya harap anak-anak bisa mendapatkan rasa aman,” ujar Sugri tokoh masyarakat Bawean yang terkenal kritis dan vokal dalam menyuarakan kebenaran dan kepentingan masyarakat.

(Red)