Masuki Masa MPLS, Kepsek SMAN 1 Manyar Tekankan Anti Bullying di Lingkungan Sekolah

Gresik||Radarjatim.co. ~ SMAN 1 Manyar (Smanema)  kabupaten Gresik menggelar kegiatan MPLS hari pertama, senin (15/7)2024) Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengenalan sekolah kepada siswa baru.

Bertajuk “Bargawa Laksmana, Baksa Widya”, yang berarti anak panah cerdas mahir ilmu, hal ini menjadi harapan dan impian bagi segenap stakeholder sekolah akan siswa baru SMA Negeri 1 Manyar.

Pembukaan MPLS dimulai dengan pelepasan merpati sebagai simbolis, hal ini menandakan bahwa siswa baru Smanema siap untuk mengeksplorasi diri dengan segenap potensi yang mereka miliki.

Kepala SMA Negeri 1 Manyar, Dra. Dian Kartikowati, MM, berpesan agar para siswa baru menjauhi aksi bullying khususnya selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Baca Juga :  Peran Penting Generasi Millenial di Sektor Pertanian

Hal itu disampaikannya saat upacara pada Senin (15/7/2024). Ia menyampaikan agar para siswa tidak membeda-bedakan dan tidak minder selama mengikuti kegiatan MPLS.

“Baik dari Negeri, swasta, masuk SMAN 1 Manyar adalah sama. Jadi jangan merasa masuk dari jalur apa, dan berasal dari mana,” ujarnya.

Selain itu, Ia juga menyebut bahwa pelaksanaan MPLS di sekolah ini akan berlangsung selama lima hari, dimulai dari Senin hingga Jumat (19/7) mendatang.

Selain itu, Dra. Dian Kartikowati, MM., menyebut bahwa materi yang akan disampaikan selama kegiatan MPLS ini, sangat beragam.

Mulai dari dukasi dari BNN terkait narkoba, dari kepolisian terkait sadar hukum, serta dari PMR. Selain itu, materi tentang cara belajar efektif, menjaga lingkungan, dan kesehatan sekolah juga akan disampaikan.

Baca Juga :  Maraknya Pungli di Sekolah Negeri Saat Pandemi Covid-19, Bikin Resah Masyarakat

Menurutnya, dalam pelaksanaan kegiatan MPLS ini, pihaknya telah melakukan seleksi ketat dan mempersiapkan panitia yang kompeten dan berkarakter.

Sehingga dapat membimbing para siswa baru, juga menjalankan misi sekolah untuk menghindari bullying selama masa orientasi ini.

“Alhamdulillah kita menyiapkan panitia yang betul-betul terseleksi. Jadi mereka itu yang betul-betul punya karakter bagus. Setelah itu mereka dibekali dengan aturan-aturan dan termasuk konsekuensi jika melakukan bullying atau juga yang sejenisnya,” kata Uus.

Ia menegaskan, selama ini sekolahnya tidak menyepelekan aksi bullying, sehingga apabila terjadi akan segera ditindak dengan tegas, mulai dari peringatan, hingga tinggal kelas.

Baca Juga :  Kolaborasi Dunia Akademik dan Praktik Hukum: Mahasiswa FH Universitas Muhammadiyah Malang Magang di Agustian Siagian Law Firm

Dengan demikian, Ia berharap kegiatan MPLS ini dapat membantu para siswa baru untuk lebih mengenal sekolahnya. “Kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa baru mengenal lingkungan sekolah, baik secara akademik maupun sarana prasarana,” paparnya.

Sementara itu, Ar, salah satu siswa baru yang mengikuti MPLS di SMAN 1 Manyar mengaku memang ingin masuk ke sekolah tersebut.

“Memang ingin masuk ke sekolah ini,” katanya.

Dirinya juga menyampaikan keinginannya untuk menjadi siswa berprestasi di SMAN 1 Manyar, Ia masuk melalui jalur prestasi.

“Saya masuk dari jalur prestasi, Di sini juga ingin lebih berprestasi lagi,” ungkapnya.

(Shr/red)